Koreksi Kejuaraan Karate se-Jawa Bali - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 13 January 2009

Koreksi Kejuaraan Karate se-Jawa Bali

RADAR JOGJA - Kejuaraan Karate Jogja Cup II, kemarin memang telah selesai digelar. Namun, kejuaraan yang selevel kejurnas ini, masih jauh dari harapan seluruh insan karete. Insiden kecil dan minim prestasi dari tuan rumah menjadi koreksi penyelenggaraan diGOR Pangukan, akhir pekan lalu ini.

Atlet-atlet daerah kini patut berbangga. Kelesuan kejuaraan yang menjadi ujian untuk unjuk kemampuan sudah banyak digelar. Baik tingkat daerah maupun nasional. Hampir setiap tahun ada pertandingan.

Terakhir, pekan lalu, ketika Pengprov Karate Jogjakarta, menggelar event tahunan se-Jawa Bali. Kejuaraan yang memperlombakan tingkat yunior ini bagai oase di padang pasir bagi atlet daerah.

Seluruh karateka dari berbagai perguruan atau Dojo diperbolehkan mengikuti kejuaraan. Pasalnya, kejuaraan ini bertitel terbuka bagi seluruh karateka pemula maupun atlet daerah.

Pada kejuaraan adu otot ini, memang berjalan sukses. Penyelanggaraanya pun terbilang istimewa daripada kejuaraan-kejuaraan yang setingkat. Pesertanya pun diluar dugaan dengan mencapai 64 kontingen.

"Kami tidak menduga, jika undangan yang kami kirimkan ditanggapi dengan baik. Mereka bersedia untuk datang dikejuaran ini,"tutur, Paryono, sekretaris, penyelenggara.

Namun, kejuaraan ini seperti umumnya, manusia tidak lepas dari kesalahan. Cabang olahraga adu otot ini ternyata memakan korban wasit Jaya Sumantri. Wasit asal Jawa Barat ini menjadi korban penganiyayaan Ifan atlet KKI Ciamis.

Ifan saat diperiksa di Polsek Sleman mengaku tidak puas atas kepimpinan Jaya. Jaya telah berlaku tidak adil dengan memenangkan karateka asal Grobogan. Sang pengdail pun menjalani perawatan di RSUD Murangan, Sleman.

"Kami sungguh menyesalkan terjadinya insiden memalukan ini. Padahal, kejuaraan ini menjadi yang pertama kali memberlakukan pengaturan baru WKF yang menjadi standard di dunia,"keluhnya.

Selain peristiwa yang memalukan itu, Paryono juga turut bersedih atas prestasi yang diraih atlet-atlet tuan rumah. Tampil dihadapan pendukung sendiri ternyata bukan membuat semangat karateka DIJ tampil beringas. Prestasi terbaik hanya ditorehkan, Inkai DIJ yang menembus empat besar.

Buruknya prestasi tuan rumah, menurut lelaki yang juga menjabat sekretaris Inkanas Sleman ini, bukan menjadi tolak ukur kegagalan pembinaan atlet-atlet muda."Kejuaraan ini hanya untuk manambah jam terbang atlet-atlet junior,"jelasnya.

Namun, ia pun mengakui jika kejuaraan kali ini dapat menjadi bahan koreksi ditahun mendatang."Mungkin saat ini masih ada kekurangan. Tetapi pada tahun-tahun mendatang semoga makin baik pelaksanaanya dan prestasinya,"akhirnya.***HERI SUSANTO, SLEMAN

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad