Pendapatan Pajak Ranmor Lebihi Target - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Monday, 5 January 2009

Pendapatan Pajak Ranmor Lebihi Target

SLEMAN: Target pendapatan pajak kendaraan bermotor (ranmor) di Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Kabupaten Sleman pada 2008 jauh melampaui target. Kenaikan pendapatan pajak ini diperoleh dari program penghapusan denda bagi puluhan ribu kendaraan bermotor yang pajaknya telah mati.
Kepala KPPD Kabupaten Sleman, Agus Supriyanto menuturkan, jumlah kendaraan bermotor yang pajaknya telah mati dan dihidupkan kembali sebanyak 66.533 buah. Menurutnya, banyaknya wajib pajak yang kembali memajaki kendaraannya setelah sekian lama menunggak karena kebijakan penghapusan denda dan sanksi administrasi. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur DIY nomor 92/2008.

“Wajib pajak bisa memajaki kendaraan yang tidak dipajaki maksimal selama lima tahun tanpa adanya denda dan sanksi. Kebijakan itu berlaku hingga 31 Desember 2008 dan mampu merangsang kesadaran masyarakat untuk membayar pajak,” ujarnya pada Sabtu (3/1) pekan lalu di KPPD Sleman.
Tingginya kesadaran masyarakat, imbuhnya, mampu mendorong target pendapatan pajak kendaraan bermotor di Sleman. Pada 2008, pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp158,2 miliar. Namun, terget itu mampu tercapai pada pertengahan November. Hingga akhir tahun, KPPD mampu merealisasikan pendapatan pajak sebesar Rp176,4 miliar atau 111% dari target yang semula dicanangkan. Tahun ini, pihaknya mencanangkan target pendapatan sebanyak Rp163 miliar.
Sementara, Kepala Seksi Pembukuan KPPD Sleman, Sugeng Siswoyo mendampingi Agus mengatakan, secara keseluruhan jumlah kendaraan bermotor di Sleman pada 2008 mencapai 410.129. Jumlah itu terdiri dari 55.555 mobil dan 354.574 sepeda motor. Pertumbuhan kendaraan bermotor di Sleman cukup tinggi. Tiap bulan rata-rata pertumbuhan mobil di Sleman sebanyak 500 buah. Sedangkan sekitar 3.500 buah sepeda motor bertambah tiap bulan.
“Selama satu tahun, rata-rata penambahan kendaraan bermotor sebanyak 48.000 buah. Banyaknya wajib pajak di Sleman membuat kantor kami overload. Tiap hari rata-rata kami melayani 1.600-1.700 wajib pajak. Tiap kasir rata-rata melayani 300-500 wajib pajak, padahal idealnya hanya 500,” terang dia.
Hal itu membuat KPPD Kabupaten Sleman membangun KPPD di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok untuk membantu pelayanan KPPD yang saat ini berdiri di Desa Tridadi, Kecamatan Sleman. Menurutnya, kelak KPPD pembantu dapat melayani setidaknya 600 wajib pajak tiap hari. “Sebenarnya kantor pembantu dapat melayani semua wajib pajak untuk pembayaran tahunan. Sedangkan pembayaran tiap lima tahun harus dilakukan di sini [KPPD induk Sleman],” ujarnya.
Pihaknya merencanakan pengoperasian KPPD pembantu pada bulan ini guna meningkatkan pelayanan. Agus juga menandaskan KPPD Sleman telah menerima ISO 9001:2000 untuk wilayah Asia Tenggara sebagai bukti peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Oleh Budi Cahyana

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)