PRESIDEN TERPILIH, AKAN BERPENGARUH; RUUK DIY Jadi 'Sandera' Politik - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 3 January 2009

PRESIDEN TERPILIH, AKAN BERPENGARUH; RUUK DIY Jadi 'Sandera' Politik

YOGYA (KR) - Jika mengejar target selesai terburu-buru, nasib Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY bisa jadi sandera politik. Sehingga hasilnya bisa tak seperti yang diharapkan. Sebab pembahasan sekarang, tentu sarat dengan kepentingan politik. Tawar menawar politik, bisa berdampak tidak baik bagi substansi RUUK.
”Ketimbang hasilnya tak sesuai harapan, ya sabar dahulu,” kata pengamat politik dari Fisipol UGM, Ari Dwipayana kepada KR Kamis tadi malam.

Kesibukan para anggota DPR sekarang tentu tinggi, apalagi setelah MK menetapkan ‘tarung bebas’ dalam caleg. Namun Ari juga memprediksi, siapa yang terpilih menduduki pemimpin nasional akan berpengaruh terhadap substansi RUUK. Andai SBY tetap menjadi Presiden, mungkin pembahasan tetap akan sama seperti sekarang. Tetapi jika Sultan HB X masuk dalam jajaran pemimpin nasional, sangat mungkin akan berbeda juga. Semua bergantung pada konfigurasi politik pasca Pilihan Presiden mendatang, katanya.
Tetapi beda dengan Agus Purnomo, anggota Komisi II DPR dari DIY. Menurutnya, meski muncul rasa pesimis bisa rampung tahun 2009, namun peluang untuk dapat diselesaikan sebelum akhir jabatan anggota DPR RI masih terbuka lebar.
Agus Purnomo mengungkapkan, masih ada waktu cukup untuk melanjutkan pembahasan RUUK, meski banyak anggota yang disibukkan dengan kampanye jelang Pemilu. ”Dengan adanya sistem suara terbanyak, maka banyak anggota yang maju lagi sebagai caleg harus turun ke bawah. Namun kesibukan ini paling hanya sampai April saja. Setelah itu, Juni, Juli, Agustus dan September, aktivitas anggota dewan normal kembali,” ujar Agus.
Dengan demikian, masih terbuka peluang untuk menyelesaikan pembahasan RUUK, sebelum masa jabatan anggota DPR selesai.
”Memang jika nantinya dilanjutkan oleh anggota dewan yang baru, pembahasan bisa dari nol lagi. Meski RUUK tetap menjadi agenda Prolegnas,” tambahnya.
RUUK yang diajukan pemerintah ini, sebetulnya bukanlah katagori rumit seperti UU lainnya yang telah disetujui DPR. Yang perlu adalah bagaimana menyelaraskan aspirasi rakyat DIY dan pemerintah.
Pihaknya akan berupaya agar RUUK bisa rampung dalam periode jabatan saat ini. Sehingga tidak menyisakan PR bagi anggota dewan berikutnya.
Terkait dengan tidak adanya anggaran kelancaran pembahasan RUUK pada APBD DIY 2009, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan, sampai saat ini perkembangan RUUK DIY di Komisi II masih belum jelas. Namun jika pembahasan bisa diselesaikan segera dengan DPR, maka pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan DPRD DIY terkait anggaran tersebut.
Menurut Sultan, hingga kini pihaknya belum mendapat jadwal yang jelas terkait pemberian masukan darinya ke Komisi II DPR RI.
”Rancangan dari Komisi II itu kan sampai sekarang, kita belum tahu. Jika ternyata RUUK itu bisa diselesaikan sekarang, maka kita akan melakukan kesepakatan dengan dewan,” ujar Sultan.
Sampai sekarang, Sultan belum pernah dipanggil Komisi II terkait dengan pemberian masukan dalam pembahasan RUUK. Memang ada rencana dipanggil Komisi II tanggal 16 Desember, kemudian diajukan tanggal 15 Desember, namun ternyata tidak jadi. ”Tetapi katanya nanti Januari,” ujar Sultan.
Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY, Agus Sulistiyono mengemukakan, meski DPRD menyetujui tidak dianggarkannya RUUK dalam APBD 2009, namun bukan berarti lepas tangan begitu saja terhadap kelancaran pembahasannya. ”Jika memang ada keperluan mendesak terkait kelancaran pembahasan RUUK, maka pihaknya bisa mengirimkan delegasi,” ujar Agus.

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)