Terhambat Dana, Pemugaran Baru 25 Persen - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 7 January 2009

Terhambat Dana, Pemugaran Baru 25 Persen

Perbaikan Candi Nandi Telan Rp 760 Juta
SLEMAN - Pemugaran candi di kompleks Candi Prambanan yang rusak akibat gempa tektonik 27 Mei 2006 satu per satu sudah terselesaikan. Setelah dilakukan pemasangan batu terakhir di Candi Garuda 25 Juni 2008, kemarin giliran pemasangan batu kemuncak di Candi Nandi menandai selesainya pemugaran candi tersebut.
Perbaikan candi yang memakan biaya Rp 760 juta dari APBN ini berlangsung selama lima bulan. Hingga kini, perbaikan candi di Prambanan baru mencapai 25 persen. Sehingga, masih butuh waktu cukup lama untuk memperbaiki seluruh candi untuk bisa dinikmati pengunjung.

Dirjen Kepurbakalaan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Ir Suroso MHum mengatakan, untuk memperbaiki situs budaya masalah yang dihadapi tidak hanya waktu. Namun, persoalan pendanaan juga menjadi hambatan. ''Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 50 miliar sampai Rp 100 miliar. Untuk waktunya belum tahu sampai kapan akan selesai, karena persoalan biaya tadi,'' ujar Suroso kepada wartawan usai pemasangan batu kemuncak Candi Nandi di Kompleks Candi Prambanan, kemarin.

Pemasangan batu terakhir Candi Nandi yang beratnya mencapai 1,5 ton dan tinggi 1,5 meter ini dilakukan Direktur PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko Drs Purnomo, Sekretaris Menkokesra Indroyono Susilo, dan Dirjen Kepurbakalaan Ir Suroso MHum.

Untuk perbaikan Candi Siwa, lanjut Suroso, tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, candi peninggalan Hindu ini memiliki konstruksi yang berbeda dengan candi lain di kompleks Candi Prambanan. ''Konstruksi Candi Siwa ini batunya saling merekat dengan kuat, karena lem yang digunakan sangat kuat. Kami terus berusaha mencari cara untuk bisa melepaskan konstruksi batu, sehingga tidak menambah kerusakan,'' terangnya.

Meski pemugaran Candi Prambanan belum selesai, tingkat kunjungan wisatawan lokal dan asing terus bertambah. Pada 2008 lalu, jumlah wisatawan yang datang selama satu tahun mencapai 970. 980 orang. Sedangkan jumlah wisatawan sebelum gempa yakni 2005 sebanyak 964.324 orang.

''Untuk wisatawan lokal 856.029 orang, sedangkan asing 114.951 orang,'' kata Purnomo. Jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan 2005 atau sebelum gempa. "Kami menargetkan tahun ini jumlah pengunjung mengalami kenaikan 10 persen," jelasnya.

Sekretaris Menkokesra Indroyono Susilo juga menyerahkan uang Rp 7,5 miliar yang akan digunakan untuk pemugaran candi di komplek Prambanan dan untuk perbaikan Bangsal Trajumas, Keraton Jogja. ''Dana ini tentu tidak cukup untuk memperbaiki candi. Tapi, paling tidak pelan-pelan pemugaran candi pasti selesai. Dana sebesar itu bukan diambilkan dari dana alokasi umum atau alokasi khusus, melainkan dari dana hibah spesifik," terangnya.

Indroyono mengungkapkan, melalui kementerian Kesra, Indonesia telah mengajukan batik sebagai warisan budaya ke Unesco. Ia berharap Mei tahun ini surat pengukuhan tersebut sudah keluar. ''Ya kita berdoa saja, semoga Mei nanti batik kita diresmikan sebagai warisan budaya oleh Unesco," harapnya. (mar)

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)