Minggu, 21 Juni 2009

UMBULHARJO: Sebanyak 3.122 siswa SMP/MTs/SMPT dari 47.593 peserta Ujian Akhir Nasional (UAN) di DIY tidak lulus dan terancam tidak bisa masuk SMA Negeri meski sudah lulus ujian nasional paket kesetaraan (UNPK) C. Adapun hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk 48.463 siswa SD di DIY nilai murni rata-rata sebesar 22,290. Hari ini, SD dan SMP di DIY melakukan pengumuman hasil UASBN dan UAN.

Masalah utama yang menganjal siswa UNPK B, saat hasil ujian kesetaraan itu diumumkan pendaftaran di SMA sudah ditutup. Ujian kesetaraan dilakukan 1-3 Juli, penerimaan siswa baru SMA dilakukan pada 2-4 Juli, sedangkan siswa baru masuk 13 Juli.

Berdasar jadwal itu, ada kemungkinan pengumuman hasil ujian UNPK melewati awal tahun pe lajaran. Sehingga ada kemungkinan sebanyak 3.112 siswa SMP yang tidak lulus harus melanjutkan tahun ajaran depan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi DIY Prof Suwarsih Madya mengatakan, pihaknya akan berusaha melaporkan kondisiinikepada Depdiknas.
Adapun solusi yang paling mungkin, calon siswa di beri kesempatan mendaftar lebih akhir.

Hanya kesempatan mendaftar lebih akhir hanya berlaku bagi sekolah swasta.

Hal ini terjadi karena siswa baru yang sudah diterima di sekolah negeri tidak mungkin digeser, meski nilai kesetaraan siswa bagus. “Kami segera konsultasikan ini, termasuk meminta percepatan
pengumuman bila memungkinkan. Ini fakta di lapangan dan memang harus diselesaikan,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di kantor Dikpora, kemarin.

Menurut dia, Dinas juga berkoordinasi dengan Disdik tingkat kabupaten dan kota. Pasalnya daerah yang memiliki kewenangan menyarankan memberi kelonggaran pendaftaran bagi siswa kesetaraan.

Pengumuman SD
Sementara UASBN tahun ini diikuti 48.463 siswa terdiri dari 46.572 siswa SD dan 1.891 siswa MI. Adapun nilai murni rata-rata SD dan MI 22,29, dengan rincian pelajaran Bahasa Indonesia 7,89, Matematika 7.01 dan IPA 7,39.

Perolehan nilai siswa SD/MI tahun ini mengalami penurunan. Sekadar sebagai pembanding data tahun lalu, nilai murni rata-rata SD dan MI 22,67, dengan rincian pelajaran Bahasa Indonesia 8,22, Matematika 6,91 dan IPA 7,59.

Adapun gambaran hasil UAN SMP/MTs dan SMPT (Sekolah Menengah Pertama Terpadu), dari 47.593 peserta, sebanyak 44481 (93,46%) siswa lulus dan 3112 (6,54%) siswa tidak lulus. Sedangkan tahun lalu, dari 47.544 peserta, sebanyak 43.031 (90,54%) siswa lulus dan 4513 (9,46%) siswa tidak lulus.

“Jadi meningkat tingkat kelulusan SMP, sedangkan besara nilai SD mengalami penurunan,” ujar Tugini, Kabid PLB dan Dikdas pada kesempatan yang sama. Kenaikan nilai SMP, lanjut dia, sampai sekarang belum dianalisa penyebabnya, apakah bobot soal yang menurun atau sebab lain.

Oleh Miftahul Ulum
HARIAN JOGJA


EmoticonEmoticon