Jumat, 26 Juni 2009

YOGYA (KR) - Tingkat kehadiran peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C hari pertama di Yogyakarta, Selasa (23/6) cukup tinggi dibandingkan saat latihan UNPK. Hanya sebagian peserta yang tak hadir karena sudah lulus maupun alasan pekerjaan. Padahal Dinas Pendidikan sudah mengirimkan surat izin untuk mengikuti ujian.
Dari pantauan KR di SMP Taman Dewasa Jetis hanya 4 orang yang tidak mengikuti ujian karena alasan pekerjaan. Menurut Ketua Panitia UNPK Paket C Kecamatan Jetis Suyanto SPd, karena mereka sudah bekerja, kemungkinan ada kesulitan tentang izin dari majikannya. "Padahal Dinas Pendidikan Kota sudah membantu membuatkan surat izin," kata Suyanto seraya menambahkan total jumlah peserta UNPK sebanyak 53 orang.

Selain itu, pihak PKBM Griya Mandiri juga sudah berusaha melakukan pendekatan kepada majikan para warga belajar. Ketua Penyelenggara PKBM Griya Mandiri Endang Rohjiani mengatakan warga belajar yang mengikuti UNPK Paket C kemarin berasal dari PKBM Tunas Bhakti Patria Kelurahan Cokrodiningratan dan PKBM Griya Mandiri Kelurahan Bumijo. Ujian menggunakan 3 lokal kelas dengan 6 orang pengawas tutor dari masing-masing PKBM.
Sementara itu pelaksanaan UNPK Paket C Kecamatan Gondokusuman dilaksanakan di SMP Budya Wacana Gayam. Dari 105 peserta sebanyak 40 orang tidak hadir karena sudah lulus ujian dan alasan pekerjaan. Sebanyak 2 orang di antaranya adalah peserta tuna netra. Mereka mengerjakan soal Kewarganegaraan dan Bahasa Inggris di bawah pengawasan 10 orang pengawas.
Penilik PNF Kecamatan Gondokusuman Sigit Ariyanto kepada KR menuturkan banyak peserta yang sudah lulus ujian Paket C terdaftar di UNPK karena waktu pendaftaran UNPK mepet dengan pengumuman kelulusan. Banyak yang mendaftar UNPK ternyata lulus ujian.
Untuk peserta tuna netra menurut Sigit didampingi seorang pendamping untuk masing-masing peserta. Meskipun pelaksanaan ujian harus mendapat bantuan pendamping tetap tidak ada tambahan waktu untuk peserta Braille.
"Peserta reguler dan tuna netra sama tidak ada tambahan waktu khusus. Kami sudah usulkan ke dinas untuk soal Braille tapi dari tahun ke tahun tetap tidak ada mungkin karena jumlah pesertanya sedikit," katanya.
Sementara itu ketika dimintai komentar terkait pelaksanaan UNPK hari pertama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Prof Suwarsih Madya PhD mengatakan, secara umum pelaksanaan ujian berjalan cukup kondusif dan lancar. Hal itu bisa dilihat dari tingginya partisipasi dari peserta dan pendistribusian soal yang tepat waktu, termasuk di daerah Ponjong Gunungkidul.
"Saya merasa bersyukur UNPK paket c bisa dilaksanakan tepat waktu, tidak seperti daerah lain yang terpaksa harus mengalami penundaan. Memang untuk melaksanakan ini panitia harus bekerja keras tapi dukungan dari semua pihak berbagai persoalan itu bisa diatasi," katanya.
Suwarsih menambahkan, berdasarkan hasil pantauan Dikpora di Gunungkidul hari pertama UNPK tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan dan soal rusak. Fenomena tersebut secara tidak langsung menjadikan peserta jadi lebuh semangat dalam mengikuti ujian. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang rela menempuh jarak sampai 40 Km.
"Dari pemantauan kami penyelenggara dan pengawas cukup bertanggungjawab, sehingga peserta jadi lebih bersemangat dalam mengerjakan soal. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus dipertahankan sampai UNPK berakhir," tandasnya.(War/Nik/Ria)-f


EmoticonEmoticon