Senin, 22 Juni 2009

HARIAN JOGJA - BANTUL: Lebih dari 50% sampah di Bantul tak bisa diangkut setiap harinya. Dari 100 lebih tempat pemungutan sampah (TPS) yang tersebar di Kabupaten Bantul, Unit Pelaksana Teknik (UPT) Kebersihan,Pertamanan, Persampahan,dan Pemakaman (KP3) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul hanya bisa melayani kurang dari separuhnya.

Penjelasan inilah yang kemarin (22/6) disampaikan oleh Kepala KP3, Muhammad Zainuddin di sela-sela rapat di DPRD. Dengan keberadaan 16 armada angkut dan kurang dari 50 pengawai, pengakutan sampah hanya difokuskan pada daerah perkotaan saja.

“Daerah yang kita fokuskan adalah kawasan Banguntapan, Sewon, Kasihan, dan Bantul. sedangkan untuk kawasan pinggiran belum bisa kita layani," ujar Zainuddin. Demikian juga dengan pasar dan perumahaan khusus yang sudah bekerja sama juga mendapat perhatian..

Sehingga dengan keadaan ini, Zainuddin mengakui pengakutan sampah di daerah pinggiran sering kali terlambat dalam hal pengangkutan. Terlebih lagi dengan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam hal pengelolahan sampaha, maka permasalahan sampah di Bantul tidak akan bisa segera terselesaikan.(Harian Jogja/Kukuh Setyono)


EmoticonEmoticon