Baju Anggota DPRD Rp94 Juta - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Friday, 17 July 2009

Baju Anggota DPRD Rp94 Juta

HARIAN JOGJA - WATES: Sejumlah anggota DPRD, siang (16/7) kemarin, mulai mengukur baju untuk menyambut pelantikan pada 12 Agustus mendatang. Anggaran yang dikeluarkan untuk kebutuhan itu mencapai Rp94 Juta.

Sekretaris Dewan, Juwardi, saat ditemui Harian Jogja, kemarin, menjelaskan, baju baru itu ditujukan untuk semua anggota Dewan, baik anggota baru atau yang akan kembali menjabat pada periode 2009-2014. ”Anggaran tak terlalu beda jauh dengan tahun sebelumnya, meski jumlah anggota Dewan bertambah lima orang,” katanya.

Juwardi memaparkan, anggaran itu digunakan untuk membuat 3 stel baju, meliputi pakaian sipil harian (PSH), pakaian sipil resmi (PSS), dan pakaian sipil lengkap (PSL), yang akan digunakan selama satu tahun. Namun saat ini PSL didahulukun dari pada pakaian jenis lainnya. “Pakaian jas atau PSL kita dahulukan, sementara PSH dan PSS kita buat setelah proses pelantikan,” katanya, tanpa merinci alasannya.

Sementara untuk pelantikan nanti, Sekwan menganggarkan Rp16 Juta untuk kebutuhan alat tulis kantor (ATK), penyewaan sound system, pembelian snack dan makanan besar. ”Kami hanya melakukan pelantikan sederhana saja, dari periode ke periode anggaran yang ditetapkan juga hanya sekitar itu, cukup untuk 200 undangan,” katanya.

Tak hanya itu, Sekwan juga masih mengeluarkan ratusan juta rupiah lagi untuk memberikan uang tali kasih bagi anggota Dewan yang purna tugas. Nantinya setiap anggota akan menerima kurang lebih Rp9 Juta, 6 kali uang representasi sebesar Rp1,5 Juta. “Itu masih dipotong PPh (Pajak Penghasilan) sebesar 15%,” ungkapnya.

Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS), Muhyadi, mengatakan, pembuatan seragam semestinya tak perlu dilakukan tiap tahun, pasalnya baju Dewan tampaknya bisa digunakan lebih dari setahun, guna meminalisir pengeluaran.

“Toh saat kerja beberapa anggota juga nyaman menggunakan baju casual lainnya. Yang terpenting tidak kelihatan terlalu klomprot dalam berpakaian,” terangnya.

Sementara itu salah seorang Caleg dari PKB, Nur Eni, mengaku pengukuran baju itu sudah ditunggunya. Namun saat pengukuran, Nur masih kebingungan menentukan model untuk atasan baju PSL. ”Kalau untuk bawahan saya cenderung suka celana panjang,” katanya.(Andreas Tri Pamungkas)

1 comment:

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)