BARIS-BERBARIS RAWAN PERPLONCOAN; MOS Lebih Terarah, Sekolah Libatkan Guru - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Post Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Saturday, 11 July 2009

BARIS-BERBARIS RAWAN PERPLONCOAN; MOS Lebih Terarah, Sekolah Libatkan Guru

YOGYA (KR) - Kegiatan baris-berbaris yang dilakukan dalam Masa Orientasi Siswa (MOS) sering dimanfaatkan untuk ajang perploncoan. Untuk mengantisipasi hal itu sejumlah sekolah di Yogyakarta sengaja melibatkan guru dalam kepanitiaan. Kebijakan itu diambil dengan harapan kegiatan MOS jadi lebih terarah dan terjadinya kekerasaan (perploncoan) bisa dihindari. Hal itu dikemukakan oleh Kepala SMAN 7 Drs Mawardi, Kepala SMAN 9 Drs Harja Purnama dan Waka Kurikulum SMA Taman Madya Jetis Sriyana SPd pada KR Kamis (9/7).

Mawardi mengatakan, seperti tahun sebelumnya MOS di SMAN 7 diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah dan kunjungan ke museum atau tempat bersejarah. Dengan kegiatan tersebut, selain wawasan jadi berkembang, diharapkan siswa bisa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. “Selain kunjungan ke museum, kegiatan MOS juga diisi dengan penyuluhan terkait bahaya narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, kemungkinan terjadinya aksi perploncoan dalam MOS sangat kecil, karena guru terlibat langsung. Kendati demikian, sekolah tetap khawatir aksi perploncoan dilakukan dalam kegiatan baris-berbaris. Untuk mengatasi persoalan itu pihaknya sengaja menerjunkan guru supaya bisa melakukan pengawasan secara langsung.
“Saya kira saat ini sudah tidak zamannya lagi jika siswa harus membawa pernak-pernik seperti makanan, air atau menggunakan kostum aneh. Selain merepotkan, saya rasa kegiatan tersebut juga kurang mendidik,” terangnya.

Demikian pula di SMAN 9. Kasek Drs Harja Purnama menjelaskan, mendekati MOS yang akan berlangsung selama tiga hari, SMAN 9 Yogya melibatkan guru dalam kegiatan ini. Bahkan untuk antisipasi agar tidak terjadi kekerasan dalam MOS yang dilakukan kakak kelas, guru menjadi panitia inti. Kegiatan yang memungkinkan untuk terjadinya penggunaan fisik siswa seperti tonti dan outbond, untuk sementara waktu akan dihentikan sebagai antisipasi terhadap kekerasan setelah MOS.

Dalam rangkaian MOS ini, akan ada pengenalan narkoba, tata tertib sekolah, serta cara belajar yang efektif, dimana nantinya di sela-sela waktu jika memungkinkan akan ada kunjungan ke museum. “Hal ini dilakukan untuk mengenalkan kebudayaan dan sejarah kota Yogya kepada siswa baru baik dari dalam atau luar kota,” katanya.
Komentar serupa diungkapkan Waka Kurikulum SMA Taman Madya Jetis Sriyana SPd. Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan dalam MOS terutama kegiatan baris berbaris yang dilakukan sore hari, pihak sekolah menerjunkan 3 orang pamong (guru) untuk memantau.

“Pengurus OSIS juga sudah kami tanya apa programnya,” ujar Sriyana .
Sriyana menambahkan, kegiatan MOS ditekankan pada Murah-Meriah-Menyenangkan (3M). Ada kegiatan seni yang menyenangkan, demikian pula olahraga juga yang menyenangkan. MOS berlangsung 3 hari Senin (13/7) - Rabu (15/7) pukul 07.00 - 12.30. Kecuali pada hari terakhir, mungkin waktunya bisa melebihi jadwal yang sudah ada, karena siswa baru diajak ke Museum Dewantara Kirti Griya Majelis Luhur Tamansiswa, ziarah ke Taman Makam Wijaya Brata dan rekreasi ke beberapa objek wisata yang bernilai pendidikan.

“Sekolah kami masih menerima calon siswa baru karena kuotanya untuk 5 kelas terdiri dari 180 siswa, sementara sampai hari Kamis (9/7) siswa yang sudah mendaftar 68 anak. Bagi yang belum lulus SMP juga boleh mendaftar asal membuat pernyataan bersedia mengikuti UNPK Paket B,” terangnya. (Ria/*-3/War)-k

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)