Kapolda: Keamanan DIY Kondusif - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 1 July 2009

Kapolda: Keamanan DIY Kondusif

HARIAN JOGJA: Kapolda DIY, Brigjen Pol Sunaryono, menyatakan, menjelang pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres), situasi keamanan di DIY cukup terkendali dan kondusif.

Menurutnya, pada masa kampanye Pilpres ini, jajarannya, terutama Satlantas DIY, sengaja lebih sering diterjunkan untuk pemantauan jalan umum. Dan itu terbukti mampu menekan jumlah pelanggaran.

Kapolda juga mengatakan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Sleman selama satu semester 2009 meningkat dibanding periode sama tahun lalu.

“Di DIY, selama satu semester ini wilayah yang mengalami peningkatan gangguan Kamtibmas hanya Kabupaten Sleman, sedangkan Kota Jogja relatif tetap,” katanya, kemarin, sembari menambahkan, untuk Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul, mengalami penurunan.

Selama satu semester, jelas dia, gangguan Kamtibmas di Sleman tercatat 824 kasus, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 795 kasus.

“Untuk Kota Jogja atau wilayah hukum Poltabes Yogyakarta, tercatat 1.124 kasus, sama dengan tahun sebelumnya yang juga 1.124 kasus,” katanya.

Menurut Kapolda, gangguan Kamtibmas di Kabupaten Bantul turun dari 357 kasus menjadi 298 kasus, Kulonprogo turun dari 176 kasus menjadi 168 kasus dan Gunungkidul dari 150 kasus menjadi 120 kasus.

Dia mengatakan, perkembangan situasi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda DIY yang mencakup kejahatan konvensional, transnasional, dan kejahatan terhadap kekayaan negara, secara umum masih kondusif.

“Situasi keamanan di DIY pada dasarnya masih terkendali dan kondusif, meski secara kuantitas mengalami peningkatan serta masih ada masalah yang belum terselesaikan, yang jika tidak diantisipasi akan mengganggu ketenteraman masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan, secara umum gangguan Kamtibmas di DIY selama satu semester itu turun dari 2.881 kasus pada 2008 menjadi 2.696 pada 2009 atau turun 42%. “Untuk tingkat penyelesaian perkara, pada 2008 mencapai 1.286 kasus, sedangkan 2009 tercatat 971 kasus atau turun 49%,” katanya.

Menurutnya, gangguan Kamtibmas yang mengalami peningkatan di antaranya kebakaran, naik dari 25 menjadi 35 kasus atau naik 10% dibanding tahun sebelumnya, pemerkosaan turun dari 17 menjadi enam kasus, penganiayaan berat dari 27 menjadi 18 kasus, pembunuhan dari 11 menjadi empat kasus.

Kapolda juga mengatakan, gangguan kamtibmas yang paling banyak terjadi pada periode satu semester adalah pencurian dengan pemberatan dari 416 kasus pada 2008 naik menjadi 419 kasus pada 2009.

“Selanjutnya pencurian dengan kekerasan (perampokan dan jambret) naik dari 75 kasus pada 2008 menjadi 114 kasus pada 2009 atau meningkat sekitar 52%,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Sedangkan kasus Curanmor, kata dia, turun dari 253 kasus menjadi 224 kasus, narkotika dan psikotropika turun dari 176 kasus menjadi 97 kasus, senjata api dan bahan peledak turun dari dua kasus menjadi satu kasus dan kekerasan dalam rumah tangga turun dari 59 menjadi 53 kasus.

Masih menurut Kapolda, untuk kasus menonjol pada semester pertama 2009, seperti unjuk rasa, menurun dari 235 kasus menjadi 66 kasus, aksi perusakan turun dari 28 kasus menjadi 10 kasus, dan pembobolan ATM dari dua kasus naik menjadi sepuluh kasus.

Oleh Rina Wijayanti
HARIAN JOGJA

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)