KURANG MURID, PPDB DIPERPANJANG ; Tidak Lulus Unas Boleh Daftar - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 7 July 2009

KURANG MURID, PPDB DIPERPANJANG ; Tidak Lulus Unas Boleh Daftar

WONOSARI (KR) - Meskipun Sabtu (4/7) hari terakhir penerimaan peserta didik baru (PPDB), tapi sekolah negeri maupun swasta yang belum terpenuhi daya tampungnya masih diberi perpanjangan waktu. Sekolah yang masih punya kursi kosong boleh menerima siswa baru.

"Ini untuk menjamin agar semua anak dapat menikmati pendidikan. Sekaligus untuk rintisan program wajib belajar (wajar) 12 tahun," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Sugiyanto MT dan Kasi Kurikulumnya Drs Ali Ridho MM menjawab pertanyaan KR, Minggu (5/7).

Dampak SMA 1 Wonosari menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) menjadikan sekolah di luar kota Wonosari kelimpahan siswa. Seperti SMA 1 Karangmojo sekarang daya tampungnya penuh dan ada yang terpaksa tidak diterima. Demikian pula SMA 1 dan SMA 2 Playen daya tampungnya penuh. Begitupun SMA 1 Semin. Tapi sejumlah sekolah negeri di wilayah selatan, baik SMA maupun SMK masih kekurangan siswa baru. Karenanya kesempatan untuk perpanjangan, termasuk sekolah swasta diberikan. "Selain untuk memenuhi daya tampung juga untuk mencegah agar tidak ada anak drop out," tambahnya.

Bahkan, kata Sugiyanto MT, anak-anak yang gagal Unas dan sekaraang sudah menempuh ujian kejar paket B diberi kesempatan untuk tetap ikut mendaftarkan sebagai peserta didik baru, dengan ketentuan jika ujian kejar paketnya lulus mereka dapat meneruskan program di sekolah yang bersangkutan. Program ini sudah rutin dilakukan. Sebaliknya jika tidak lulus tentu tidak dapat meneruskan, karena harus mengulang dulu.

Dari pantauan di lapangan, selain sekolah negeri di wilayah Tepus, Girisubo dan sekitarnya masih kekurangan siswa baru, banyak juga sekolah swasta yang masih menunggu limpahan sekolah negeri. Seperti SMP Eka Kapti Karangmojo yang daya tampungnya 4 kelas atau 136 anak, sekarang baru mendapatkan 80 siswa. Dengan demikian masih kurang 50 anak. Tapi Kepala Sekolah Sumarno SPd optimis kekurangan tersebut akan terpenuhi setelah pengumuman resmi sekolah 10 Juli mendatang. Karena SMP 1 Karangmojo kelebihan 20 siswa dan SMP 3 Karangmojo juga kelebihan daya tampung.

Sekolah SMP Negeri di Karangmojo memang semuanya kelebihan daya tampung. SMP 2 Karangmojo yang sebelumnya selalu menjadi langganan kekurangan siswa, tahun ini terpenuhi. "Padahal sepanjang tahun terus kekurangan siswa. Ini sangat menggembirakan," kata Kepala SMP 2 Karangmojo Prapto Sediyono SPd MM.

Hari terakhir PPDB, jumlah pendaftar di SMP 2 Wonosari sebanyak 394 anak, diterima 224 anak, nilai tertinggi 28,10 dan terendahnya 24,50. SMP 1 Wonosari jumlah pendaftar 111 anak, nilai tertinggi 28,80 dan terendah 26,30. "Sebagai RSBI daya tampungnya dua kelas sehingga banyak yang tidak dapat diterima," kata Kepala SMP 1 Wonosari Bambang Pracoyo SPd MM. (Ewi)-a

3 comments:

  1. Ass..
    Bisakah/Menerima Pindahan dari Sulawesi Tenggara, Kendari Moramo ?
    G'mana sayaratx...

    ReplyDelete
  2. Ass..coba kontak langsung ke sekolah yang bersangkutan, telp dan alamatnya sudah kami posting di artikel sebelumnya, thanks

    ReplyDelete
  3. jogja hancur pendidikannya,ini pasti gara2 kebebasan era informasi terutama internet ( gambar, film porno dll ), sehingga berimbas ke perilaku sex yang tidak sehat. Ini yang membuat otaknya bebal . Boleh percaya boleh tidak tapi patut di seminarkan, apa penyebab Jogja tingkat kelulusannya rendah. Masak para guru, haji, dan para pejabat pendidikan tidak ngeri kalo siswa bisa buka film porno hanya dari HP yang ber 3G.

    ReplyDelete

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)