Mengengok Kegiatan Peringatan Hari Keluarga dan Hari Anak Nasional di Sleman - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Post Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Friday, 24 July 2009

Mengengok Kegiatan Peringatan Hari Keluarga dan Hari Anak Nasional di Sleman

Plt Bupati Ikut Menggambar di Stan Gerabah Mini
Namanya juga peringatan hari keluarga nasional (Harganas). Tentu ada anggota keluarga yang terdiri, ayah, ibu dan anak. Kemarin, mereka berkumpul di Lapangan Denggung sejak pukul 08.30. Kegiatan itu memang didominasi oleh anak-anak balita karena peringatan Harganas XVI dibarengkan dengan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Sleman.

Dina tampak lincah memainkan tongkat panjangnya. Sambil memutar-mutar stik, Dina sesekali memainkan jari-jari tangannya sebagai isyarat. Gerakan bocah 6 tahun itu lantas diikuti oleh sekitar 30 anak seusianya. Sesuai dengan alat musik yang dipegang masing-masing anak, sehingga mengeluarkan suara yang berirama. Ya, saat itu, kelompok drum band TK Negeri 2 Sleman sedang menunjukkan kebolehannya di hadapan ribuan hadirin di lapangan Denggung Sleman. Dimana, Dina Mufida Pratiwi menjadi salah satu mayoret. Tiga buah lagu mereka bawakan tanpa ada kesalahan melodi. Antara lain lagu Mars TK Pembina, Lagu Untuk Mama, dan Burung Kutilang. Selam kurang lebih 15 menit, penampilan Dina dan teman-temannya berakhir. Tak lupa, mereka melakukan sikap hormat kepada para penonton. Dengan tertib, anggota drum band lantas berjalan berjajar dengan rapi. Meski begitu tak terlihat ada anak yang capai. Mereka tetap mengumbar senyum sambil berlari kesana kemari. Sedangkan Dina langsung mendekap Atik, ibunya yang asal Cangkringan. Dina tampak malu-malu saat ditemui Radar Jogja. Saat ditanya, sesekali Dina menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh ibunya. "Namaku Dina Mufida Pratiwi. Umur enam tahun," ujar Dina sambil menunjukkan giginya yang ompong. "Aku mau ambil snack dulu ya....," lanjutnya yang lantas berlari menuju ke salah satu panitia. Atik mengaku sengaja menyekolahkan Dina di TK Negeri 2 yang berlokasi di Kecamatan Pakem. Tentu saja dengan alasan kualitas dan banyaknya kegiatan ekstra yang ditawarkan. Salah satunya drum band, dimana Dina ditunjuk sebagai salah satu pimpinan kelompok. "Dina nggak mau sekolah di Cangkringan. Nggak tahu kenapa. Sebagai orang tua ya saya turuti saja kemauannya," ujar Atik.

Melatih para balita untuk melantunkan tiga buah lagu ternyata tidak mudah. Bagi sang pelatih, tentu dibutuhkan kesabaran ekstra. "Kira-kira dua semester baru lancar," ungkap Yudith, pelatih drum band TK Negeri 2 Sleman.

Menurut Yudith, melatih melodi menjadi kegiatan yang paling sulit. Ya, itu lantaran setiap anak pemegang alat musik melodi harus menghapalkan nada-nada yang berirama. Pengalaman grup drum band TK Negeri 2 tak diragukan lagi. Penampilan mereka, kemarin, cukup memukau para penonton. Hal itu tak lepas dari pengalaman mengikuti berbagai lomba yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Sleman. "Lomba saat peringatan HUT Sleman tahun ini, kami juga menang," ujarnya.

Peringatan Hari Anak Nasional juga diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Sleman. Bedanya, jika di lapangan Denggung pesertanya adalah siswa TK, di GSG terdiri anak-anak pra sekolah. Tak kalah asyik, para siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Sleman mengikuti pertunjukan tari dan puisi perwakilan sekolah masing-masing. Dalam gelar kreatifitas anak usia dini yang bertajuk " Anak Indonesia Sejati Kreatif dan Mandiri"

Sebagian balita lainnya lebih memilih mengunjungi stan-stan bermain yang disediakan panitia. Diantaranya membuat genda-benda dari bahan lilin malam dan mengecat tembikar (gerabah) ukuran mini. "Kami menyediakan 200 gerabah bagi pengunjung," ujar salah seorang panitia. Adi, 4, salah seorang pengunjung tak mempedulikan bajunya yang belepotan cat warna hitam dan kuning. Sambil mengumbar senyum, dia berusaha menyelesaikan mengecat mangkuk gerabah yang ada dalam pangkuannya. "Aku mau yang ijo juga," teriaknya pada salah seorang panitia. Tak mau kalah dengan para balita, Plt Bupati Sleman Sri Purnomo pun ikut duduk di sekitar peserta cat gerabah lainnya. Hadir juga dalam stan itu, Tati Ibnu Subiyanto, istri bupati non aktif Sleman. Tati memilih tetap berada di luar stan untuk mengecat salah satu gerabah mini.

YOGI ISTI, Sleman

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)