MESKI YOGYA PANEN WISATAWAN ; Pedagang Kerajinan Sepi Pembeli - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 4 July 2009

MESKI YOGYA PANEN WISATAWAN ; Pedagang Kerajinan Sepi Pembeli

YOGYA (KR) - Pada masa liburan sekolah kali ini, Yogyakarta dan sekitarnya panen wisatawan. Berbagai objek wisata ramai dikunjungi wisatawan khususnya wisatawan Nusantara (wisnus). Namun sayang, kunjungan mereka kurang diimbangi daya beli. Terbukti, para pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai jenis barang kerajinan cenderamata dan sovenir, mengaku sepi pembeli dan tidak terjadi lonjakan permintaan.

Bahkan mereka mengeluh, animo belanja wisatawan pada liburan kali ini tidak seperti yang mereka harapkan dan bayangkan. Dibandingkan liburan-liburan sebelumnya pun omzet penjualannya lebih ramai tahun lalu.
Pedagang sovenir dan handycraft di sekitar Taman Parkir Abu Bakar Ali Malioboro mengeluhkan pendapatan yang mereka terima pada masa liburan kali ini tidak naik drastis. Dibandingkan tahun sebelumnya, penjualan saat liburan bisa naik hingga 50%, namun saat ini hanya berkisar 10-30%.

Kuwat Slamet (46) seorang penjual batik serta barang kerajinan di Taman Parkir Abu Bakar Ali mengungkapkan, omzet dagangannya tidak menunjukkan kenaikan secara signifikan. Jika liburan sekolah tahun lalu keuntungan yang ia peroleh bisa naik 50% bahkan 100%, namun pada masa liburan kali ini pendapatan yang ia terima hanya naik 10-35%. “Kebanyakan konsumen membeli batik dan blankon. Tapi termasuk sepi jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kali ini agak pahit,” tuturnya, Jumat (3/7).

Dengan keuntungan yang diterimanya saat ini, ia mengaku dalam sebulan pendapatan kotor yang ia terima sekitar Rp 3 jutaan. Angka ini masih belum dipotong biaya produksi serta gaji karyawan. “Kalau hari-hari biasa, pendapatan bersih per bulan paling rata-rata sekitar Rp 1 jutaan, paling banyak Rp 1,5 juta,” jelasnya lagi seraya menambahkan, suhu politik di Yogyakarta juga sangat berpengaruh terhadap omzet dagangan masyarakat kecil seperti dirinya.
Pihaknya berharap pemerintah terutama Pemkot Yogyakarta bisa menstabilkan kenyamanan dan keamanan, sehingga wisatawan tidak takut datang ke Yogya.

Hal senada disampaikan pedagang asesoris anak muda serta kerajinan, Enny (29). Ia mengaku, keuntungan yang diterimanya saat musim liburan ini tidak terlalu naik banyak. Pembelinya kebanyakan anak baru gede (ABG). Dalam sehari saat liburan ia bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. “Ya tak tentu, kalau hari biasa kadang bisa Rp 100.000 kadang kalau apes cuma dapat Rp 20.000. Jadi memang tak bisa diperkirakan keuntungannya, yang penting cukuplah,” ucap Enny. (*-2)-c


No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)