Partisipasi Naik Jadi 70 Persen - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 11 July 2009

Partisipasi Naik Jadi 70 Persen

RADAR JOGJA - Dibandingkan dengan pemilu legislatif (pileg) 9 April lalu, tingkat partisipasi warga Kota Jogja pada pemilu presiden (pilpres) 8 Juli kemarin cenderung meningkat.

Data dari KPU Kota Jogja menyebutkan, tingkat partisipasi pemilih pada pileg lalu mencapai 67 persen. Dan pada pileg kemarin (8/7) berdasarkan data sementara tingkat partisipasi mencapai 70 persen.

"Namun, ini baru berdasarkan pengamatan di lapangan dan belum menjadi angka resmi kami," terang Ketua KPU Kota Jogja Nasrullah kemarin (9/7). Kenaikan partisipasi itu, lanjut Nasrullah, berdasarkan pemantauan bersama pejabat pemerintah Kota Yogyakarta di hari-H pemilihan.

Saat pemantauan selang satu jam sebelum TPS ditutup, jumlah pemilih yang dating rata-rata mencapai 2/3 dari pemilih yang masuk dalam DPT. Namun, hasil resminya masih akan menunggu hasil proses PPK di tingkat kecamatan.

Usai pelaksanaan pemungutan suara di tingkat TPS, mulai hari ini tahapan berikutnya adalah rekapitulasi di tingkat kecamatan. Rekapitulasi oleh PPK ini akan dilaksanakan sampai 15 Juli mendatang, sebelum akhirnya akan dilaksanakan rekapitulasi untuk tingkat Kota Jogja 16-18 Juli mendatang.

Rentang waktu itu memang berdasarkan jadwal yang disusun KPU. Namun, sesuai dengan perkembangan di lapangan, serta berdasarkan pertimbangan relatif cepatnya proses penghitungan suara, bukan tidak mungkin tahapan ini bias berubah. "Kami segera melakukan rapat dengan KPU provinsi untuk membicarakan banyak hal, termasuk kemungkinan perubahan jadwal," tambah Nasrullah.

Di bagian lain, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jogja hanya menemukan 5 persen surat suara tidak sah di 180 tempat pemungutan suara (TPS). Temuan itu berdasarkan laporan dari sekitar 90 relawan pemantau.

Menurut Ketua Panwaslu Kota Jogja Anik Pujiastuti, jumlah ini menurun dibandingkan pileg lalu yang mencapai 10 persen.

Surat suara tidak sah tersebut antara lain berupa tanda 2 kali penyotrengan, ada tulisan-tulisan yang berada di surat suara."Misalnya coretan berupa kata-kata "yes" dan "lanjutkan' pada surat suara," terangnya. (din)

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)