Pengamanan Hotel di Jogja Berlapis - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Post Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Sunday, 19 July 2009

Pengamanan Hotel di Jogja Berlapis

HARIAN JOGJA: Pengamanan sejumlah hotel dan pusat keramaian di Jogja diperketat, menyusul ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan.

Kali ini pemeriksaan juga dilakukan secara berlapis.Secara terpisah, Polda DIY juga menetapkan status siaga satu. Dibenarkan juga, pengamanan difokuskan pada hotel berbintang, juga sejumlah lokasi umum dan fasiltas pemerintahan.

Berdasar pengamatan di lapangan, pemeriksaan secara berlapis dilakukan di sejumlah hotel berbintang, antara lain Hotel Sheraton Mustika di Jalan Solo Jogja, Melia Purosani di Jalan Sur yotomo, Hotel Mercure dan Hotel Novotel di Jalan Sudirman. Sejumlah aparat kepolisian berseragam tampak berjaga di dekat pintu masuk hotel. Beberapa orang satpam langsung melakukan pemeriksaan terhadap semua mobil yang masuk ke hotel.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh 2-3 orang satpam hampir semuanya sesuai standar pengamanan hotel. Di pintu luar yang berjarak 20-40-an meter dari lobi hotel, 2-3 orang petugas satpam langsung meminta sopir untuk membuka kaca dan bagasi. Tak lupa di bagian bawah mesin juga diperiksa. Mereka kemudian memberikan kartu pengenal sebagai tanda masuk. Mereka terkadang menanyakan tujuan ke hotel.

Sedang di lobi selain terdapat security hotel juga terdapat beberapa orang anggota kepolisian yang tidak berseragam ikut berjaga-jaga. Sementara itu, di pusat-pusat keramaian seperti di Malioboro Mal di Jalan Malioboro, Saphir Square dan Ambarukmo Plaza di Jalan Laksda Adisucipto, beberapa orang satpam juga tampak berjaga-jaga ketat di pintu masuk. Beberapa orang aparat kepolisian menggunakan mobil patroli juga berjaga tidak jauh dari tempat itu.

Di Malioboro Mal, dua satpam juga berjaga di pintu masuk. Pengunjung yang membawa tas jinjing besar atau tas punggung juga diperiksa.

Sedang pengunjung wanita dengan menggunakan tas kecil tidak diperiksa. Pemeriksan dilakukan menggunakan alat metal detektor serta pengunjung diminta membuka isi tas. “Ini sudah sesuai standar pengamanan dari kepolisian dan sudah kita lakukan sejak lama terutama untuk tas-tas besar yang dibawa pengunjung yang mau masuk. Kalau tas kecil biasa tidak perlu,” kata salah seorang satpam, seperti dikutip dari detikcom.

Siaga satu
Kapolda DIY, Brigjen Polisi Sunaryono, kepada wartawan, kemarin, mengatakan, peningkatan pengamanan pada sejumlah kawasan strategis itu dilakukan berdasar pada laporan intelejen mengenai kemungkinan ledakan bom serupa di Jogja.

Namun Sunaryono tetap mengimbau agar masyarakat tidak terlalu resah dengan kondisi ini. “Siaga ini kami lakukan sebagai bentuk antisipasi. Kami menjaga jangan sampai ledakan serupa terjadi di Jogja,” tandasnya.

Di samping pengamanan di sejumlah kawasan ramai dan fasilitas pemerintah, hotel berbintang di Jogja juga mendapatkan prioritas utama. Menurut Sunaryono, aksi teror seperti ledakan bom, cenderung memilih lokasi ramai, dengan massa yang banyak.(Rina Wijayanti)

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)