PHRI Siaga, Pasca 5 Suspect H1N1 di Jogjakarta - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 15 July 2009

PHRI Siaga, Pasca 5 Suspect H1N1 di Jogjakarta

RADAR JOGJA - Adanya empat warga Jogjakarta dan satu orang warga Australia yang menjadi suspect influenza A atau H1N1, membaut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ bersiaga terhadap penyakit itu. Sekretaris PHRI DIJ H Dedy Pranowo Ernowo menegaskan, pihak PHRI akan lebih berhati-hati dan kini dalam siaga penuh menghadapi penyebaran flu babi yang kini sudah merambah ke Jogjakarta.

"Sebelum virus H1N1 masuk DIJ, PHRI DIJ sudah mewanti-wanti agar perhotelan dan restoran mengantisipasinya sejak dini. Pihaknya bersama publik relation perhotelan dan steakholder pariwisata rutin menggelar pertemuan dengan mengundang Dinas Kesehatan DIJ," kata Deddy dihubungi Koran ini kemarin.

Kenyataannya, virus tersebut tetap bisa masuk wilayah DIJ. Karena itu, kesiagaan perlu lebih ditingkatkan lagi. PHRI DIJ juga mengajak Pemprov dan steakholder pariwisata lainnya untuk lebih gencar lagi mengantisipasinya. Ketegasan ini diperlukan baik terhadap pendatang dari mancanegara dan domestik.

Menurut Deddy, langkah efektif yang harus dilakukan adalah memasang thermo scanner dan body clean -alat pendeteksi demam di atas 38 derajat celcius ke atas terminal kedatangan yang ada di Bandara Adi Sutjipto. "Khususnya di terminal domestik mengingat di pintu kedatangan terminal internasional sudah ada," katanya.

Dengan begitu, saat wisatawan asing yang datang dari Jakarta terbang ke Jogjakarta tetap bisa dil. PHRI juga meminta agar kebersihan di fasilitas publik seperti bandara dan objek wisata juga ditingkatkan lagi.

Deddy menegaskan, isu H1N1 tidak boleh dipandang sepele. Karena dampaknya sangat luar biasa terhadap dunia pariwisata Jogjakarta. Memang diakuinya, hingga sekarang belum ada pengaruhnya terhadap tingkat kunjungan wisatawan. Namun berita yang beredar mengenai sudah ada lima warga suspect H1N1 sedikit-banyak akan mempengaruhi orang untuk berkunjung ke DIJ. "Itulah yang semestinya diantisipasi segera," katanya.

Calon wisatawan yang berkunjung ke sebuah obyek, termasuk ke DIJ, biasanya sudah merencanakan tiga bulan sebelumnya. Jadi, dunia pariwisata Jogjakarta baru akan terasa menderita setelaah tiga bulan ke depan dari sekarang. "Kecuali kita aktif mengkampanyekan dan berupaya untuk meminimalis penyebaran virus tersebut," imbuhnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Karantina dan Pabean Pelabuhan Angkasa Pura I Adisutjipto Jogjakarta Tri Heryati mengatakan pihaknya selalu siap melakukan pencegahan dalam mengantisipasi semakin banyaknya penumpang pesawat yang kemungkinan terjangkit virus H1N1 masuk ke Bandara Adi Sutjipto. Salah satu cara yang selalu dilakukan adalah dengana mengoptimalkan alat body scanner dan body cleaner.

Tri mengakui, alat yang ada masih terbatas dan makanya diprioritaskan untuk penumpang yang melewati terminal internasional yang otomatis datang dari luar negeri.

"Alat tersebut hanya mendeteksi penumpang dari penerbangan internasional. Sedangkan penumpang dari penerbangan domestik memang tidak dilakukan pengecekan. Hal tersebut karena keterbatasan tenaga," paparnya.

Pihaknya sebenarnya siap seandainya diperlukan melakukan perlakuan scaning terhadap penumpang domestik. Apalagi jika kejadiannya memang mengkhawatirkan,. "Mereka tidak dideteksi dengan asumbi mereka sudah terdeteksi di bandara besar lainnya. Untuk merealisasikan hal tersebut, tentu saja dibutuhkan koordinasi dengan instansi lain," katanya. (hes)

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)