Rusunawa Baru UGM Cemara 5 Bernilai Rp 9 miliar - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 18 July 2009

Rusunawa Baru UGM Cemara 5 Bernilai Rp 9 miliar

RADAR JOGJA- Demi memberikan fasilitas terbaik bagi para mahasiswanya, UGM bekerjasama dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Menpera) RI, menyediakan layanan fasilitas baru berupa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) cemara 5 yang berlokasi di Universitas Gadjah Mada. Peresmian rusunawa ini dilakukan oleh Menpera Yusuf As' syari dengan ditandai oleh penandatangan prasasti kemarin.

"Dengan adanya rusunawa ini maka secara tidak langsung akan ada pembelajaran hidup di rusun, khususnya secara sosio kultur," ujar Yusuf As'syari dalam kata sambutannya. Adaptasi dan pembelajaran ini penting, karena masih jarang orang yang tinggal di rusun. Padahal untuk kedepannya, tren rakyat tinggal di rusun akan semakin meningkat. Pasalnya, akibat keterbatasan lahan, maka pendirian rusun ini dianggap sebagai salah satu solusi yang tepat.

Selain itu, ada pula Rektor UGM Sudjarwadi yang juga memberikan kata sambutan. "Bahwa ini adalah bagian penting untuk kemajuan UGM. Karena sudah sejak lama, UGM mendambakan fasilitas yang baik untuk memberikan tempat hunian yang sehat dan aman. Harapannya adalah agar mahasiswa juga lebih berprestasi lagi," kata Sudjarwadi. Apalagi, sambung Sudjarwadi, UGM adalah salah satu institusi pendidikan yang menjadi jujugan mahasiswa luar kota untuk menuntut ilmu di Jogja. Sehingga rusunawa ini memang sangat diperlukan.

Untuk pendanaannya, rusunawa ini murni dibangun oleh Menpera. "Rusunawa ini bernilai Rp 9 miliar yang diambilkan dari APBN 2007-2008. Jadi UGM sudah terima jadi dalam bentuk gedung. Sedangkan furniture seperti tempat tidur, lemari dan meja belajar disediakan oleh kami," ujar Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset UGM Singgih Hawibowo. Rusunawa ini dibangun diatas tanah seluas 2600 m2 dengan luas dasar bangunan 1100 m2. Terdiri dari 4 lantai dan 96 kamar, dimana masing-masing kamar bertype 21 yang bisa diisi oleh 2 orang mahasiswa. Selain itu, rusunawa ini tidak sekadar tempat untuk beristirahat saja, tapi sejumlah kegiatanpun sudah disediakan oleh pihak pengelola. "Diantaranya adalah kegiatan soft skill, yaitu bertujuan untuk membina kemampuan kepemimpinan dan managerial mahasiswa yang tinggal disini. Kegiatan itu bisa berupa outbound dan diskusi-diskusi," terang Singgih.

Kendati demikian, rusunawa mahasiswa UGM cemara 5 ini tidak gratis. Bagi mahasiswa UGM internasional dikenakan biaya sewa sebesar Rp 400 ribu/orang/bulan. Sedangkan mahasiswa Indonesia dikenakan biaya sewa Rp 350 ribu/orang/bulan. "Tapi bagi mereka yang tidak mampu, bisa mengajukan keringanan ke Direktur kemahasiswaan UGM. Nanti mereka akan dicarikan semacam sponsor yang bersedia mendanai biaya sewanya," katanya.

Prioritas utama yang tinggal di rusunawa ini adalah para mahasiswa baru UGM yang berasal dari luar kota. Sehingga bagi mereka yang masih kesulitan beradaptasi di Jogja, maka rusunawa ini bisa digunakan terlebih dulu. "Tapi maba boleh tinggal disini maksimal 1 tahun. Setelah itu, mereka harus mencari kos-kosan juga, agar industri kos-kosan juga tidak mati," terang Singgih. (cw2)

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)