Minggu, 14 Februari 2010

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jogja Police Watch atau JPW mengecam dan mengutuk keras insiden kekerasan yang terjadi di Stadion Mandala Krida saat laga derbi PSS Sleman dengan PSIM Yogyakarta, Jumat (12/2/2010), yang melibatkan anggota kepolisian. Tindakan aparat kepolisian dalam pengamanan laga tersebut yang menembakkan gas air mata dan melakukan tindakan pemukulan kepada suporter dan wartawan dinilai sangat berlebihan dan arogan.

Ketua Jogja Police Watch (JPW) Kusno S Utomo, Sabtu (13/2/2010), menyatakan, aksi kekerasan itu tidak sepatutnya dilakukan anggota Polri yang punya semboyan sebagai penegak hukum, pelindung, dan pengayom masyarakat.

"Tindakan kekerasan itu tidak mencerminkan adanya perubahan di institusi Polri sebagaimana telah dicanangkan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri tahun 2010 adalah tahun perubahan Polri tidak ada anggota Polri yang aneh-aneh dan neko-neko," ungkapnya.

Utomo menyatakan, pihaknya mendesak segera dibentuk tim pencari fakta guna menyelidiki kekerasan tersebut karena telah mencoreng kewibawaan dan mencederai program reformasi Polri. Pihaknya juga mendesak Kapolda DIY mengusut tuntas kasus tersebut dan tidak melindungi setiap anggotanya yang terlibat dalam aksi kekerasan itu.

Aksi kekerasan terhadap wartawan dapat dikategorikan sebagai upaya menghalang-halangi tugas wartawan sehingga melanggar ketentuan UU Nomor 40 Tahun 1999, katanya.


EmoticonEmoticon