Minggu, 14 Februari 2010

YOGYA (KRjogja.com) - Puluhan anak jalanan dan aktivis yang berasal dari lembaga Komunitas Remaja Jalanan Yogyakarta (MINORITY) melakukan demo di Tugu Yogyakarta, Sabtu (13/2). Massa melakukan aksi teatrikal, menolak kekerasan yang dilakukan terhadap anak dan perempuan di Indonesia.

Menurut koordinator aksi, Agus Triyatno, saat ini semakin banyak tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap anak dan perempuan. Dijelaskannya, menurut data Bareskrim Mabes Polri, tahun 2009, terjadi tindak kekerasan terhadap 621 anak, sedangkan menurut kompilasi dari 9 surat kabar nasional 2009, terdapat 670 angka kekerasan terhadap anak.

"Di Yogya, anak jalanan sering manjadi korban eksploitasi dari Pol PP. Belum lagi ada kasus di Jawa Barat, dimana guru ngaji menyiksa tiga santrinya dengan air keras dan yang terkenal, kasus Babe,"ujarnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau sekaligus memberi peringatan keras terhadap instansi pemerintah untuk tidak melalaikan hak-hak anak. Dijelaskannya, demo juga dilaksanakan dalam rangka menyambut hari kasih sayang (Valentine). “Anak dan perwempuan yang selama ini dilamahkan posisinya hendaknya diberi perhatian yang lebih, sehingga kasus kekerasan dan diskriminasi dapat dihapuskan," katanya.

Selain melakukan orasi dan melakukan aksi teatrikal menggambarkan kekejaman Babe, massa juga membuat tulisan mural di kertas yang bermuatan penolakan terhadap kekerasan. Yang menarik, massa juga membagikan bunga kertas kepada masyarakat yang melintas di sekitar Tugu Yogyakarta. (Den)


EmoticonEmoticon