Jumat, 26 Februari 2010

YOGYA (KRjogja.com) - Lanjutan laga derby panas PSIM Yogyakarta melawan PSS Sleman yang tertunda akibat insiden Mandala Krida beberapa minggu lalu, akan dilanjutkan di lapangan AAU, Maguwo, Sleman, Jumat (25/2) sekitar 16.00 WIB nanti. Sesuai sanksi yang diberikan Komdis PSSI, pertandingan akan digelar tanpa penonton, dalam waktu 24 menit.

Menurut wakil panpel PSIM, Sukamto, pihaknya sudah mempertemukan manajemen kedua belah tim, yang akhirnya sepakat untuk saling mematuhi keputusan sanksi yang diberikan. Kedua belah pihak menurutnya juga telah diimbau untuk tidak mengerahkan massa suporter ke sekitar lokasi pertandingan, untuk menghindari terjadinya bentrok.

"Kemarin, kami sudah berkoordinasi dengan Polres Sleman. Mereka akan menjaga ketat keamanan sekitar lokasi pertandingan. Selain itu, Polres Sleman juga sudah mengimbau para suporter Slemania untuk tidak datang ke lokasi. Bagi kedua pendukung tim, kami harapkan mendukung timnya cukup dengan doa," ujarnya, Kamis (25/2).

Sementara, pelatih PSIM, Jefri Janes mengungkapkan, menghadaip PSS sore nanti, para pemain PSIM sudah diminta untuk mewaspadai permainan bola atas. Hal ini dikarenakan pada pertandingan melawan PSS sebelumnya, PSIM kedodoran menghadapi serangan bola atas. Meski demikian, dirinya tetap yakin Laskar Mataram akan memperoleh kemenangan sore nanti.

"Setelah masuknya pemain asing yang punya keunggulan postur tubuh, PSS berbahaya di bola atas, dan gol-gol yang mereka ciptakan, termasuk ke gawang Persigo, tercipta lewat serangan bola atas," ujarnya.

Menurutnya, dengan hanya 24 menit yang tersedia, tim asuhannya akan berusaha memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mencetak gol, dengan memforsir serangan sejak awal pertandingan. Menurutnya, duet Engkus Kuswaha dan Elaizer Hilton Maran akan menjadi tumpuan barisan PSIM. "Masuknya pemain asing mampu mengangkat permainan PSS, untuk itu, anak-anak harus waspada sekaligus tetap menyerang," ujarnya. (Den)


EmoticonEmoticon