Sabtu, 13 Februari 2010


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dua mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, Jumat (12/2/2010) ditemukan tewas di kamar kos di kampung Gendeng GK IV/401, Baciro, Gondokuman, setelah malam sebelumnya mereka pesta minuman keras oplosan jenis lapen bersama empat temannya.

"Dua korban yang ditemukan tewas itu yakni Joko Purnomo (23) warga Sanggrahan, Trucuk, Klaten (Jawa Tengah), dan Andriyanto (19) asal Sukamaju, Gajahungkul, Kepulauan Riau," kata Kasat Reskrim Poltabes Yogyakarta Kompol Saiful Anwar.

Sedangkan satu teman mereka yaitu M Sidik yang juga ikut pesta minuman keras, menurut Saiful, yang bersangkutan meninggal di kampung halamannya di Trucuk, Klaten.

Menurut dia, kejadiannya bermula pada Selasa dan Kamis lalu ketika kedua korban bersama teman-temannya, yakni M Sidik, Cahyo, Adi dan Bagas pesta minuman keras di kamar kos Joko Purnomo.

Kemudian pada Jumat dini hari pemilik kos Arif melihat Joko dan Andriyanto dalam kondisi mabuk berat berada di luar kamar kos. Arif langsung membawa masuk keduanya ke kamar, dan membaringkannya di tempat tidur.

Namun, pada Jumat siang pemilik kos curiga karena keduanya belum bangun, sehingga pintu kamar kos mereka kemudian dibuka, dan didapati keduanya sudah meninggal.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsektabes Gondokusuman, dan diteruskan ke Poltabes Yogyakarta.

"Saat kami melakukan olah tempat kejadian perkara ditemukan sisa minuman keras oplosan jenis lapen. Barang bukti tersebut telah kami kirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan uji di laboratorium," katanya.

Ia mengatakan pihaknya juga memperoleh informasi bahwa satu orang teman mereka yakni M Sidik yang malam itu mengeluh sakit sesak nafas setelah ikut pesta minuman keras oplosan, dan kemudian pulang ke kampung halamannya di Klaten, akhirnya juga meninggal pada Kamis malam.

"Saat ini kami sedang melacak keberadaan tiga orang lainnya yakni Cahyo, Adi dan Bagas yang ikut pesta minuman keras di kamar kos tersebut," katanya.

Dari informasi yang dikumpulkan polisi, mereka membeli minuman keras oplosan jenis lapen di warung Lasa milik Gunawan di Sendowo, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY.

"Penjual minuman keras oplosan ini sudah kami tetapkan sebagai tersangka, karena sebelumnya Ardiansyah warga Sagan, Gondokusuman, Kota Yogyakarta juga membeli minuman jenis itu di warung Gunawan," katanya.

Saiful Anwar mengatakan dengan bertambahnya tiga orang korban tewas akibat menenggak minuman keras oplosan jenis lapen ini, maka total korban yang meninggal di wilayah Kota Yogyakarta sepuluh orang, di Kabupaten Bantul tiga orang, dan Kabupaten Kulonprogo satu orang.

"Mereka yang tewas di wilayah Kota Yogyakarta kasusnya akan terus kami selidiki, sedangkan yang meninggal di luar kota kami akan melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat," katanya.

2 komentar

mesakno tenan wong tuamu le, adoh-adoh disekolahno direwangi adol sawah kok mung koyo ngono kelakuanmu

Makanya jangan minum oplosan.


EmoticonEmoticon