Sabtu, 13 Februari 2010

HARIAN JOGJA: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DIY, berencana menggelar pendidikan entrepreneur di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai bagian dari gerakan penciptaan sejuta pengusaha.

Dalam audiensinya dengan Rektor UGM, Prof Sudjarwadi, kemarin, (12/2), Hipmi DIY mengungkapkan perlunya pendidikan entrepreneurship di kalangan mahasiswa sebagai upaya penanaman mindset penciptaan lapangan kerja.

"Diharapkan ini mampu menciptakan pengusaha-pengusaha baru nantinya, apalagi yang berkecimpung di Hipmi adalah praktisi langsung dari banyak sektor,” jelas pengurus Hipmi DIY, Ajiek Tarmidzi.

Hal senada juga dikemukanan pengurus Hipmi DIY lainnya, Jhonson Simbolon. Menurutnya banyak hal potensial yang bisa dilakukan untuk menciptakan entrepreneur baru, termasuk dalam pengembangan dan pemberdayaan UKM.

"Kita juga sudah menggandeng UMKM. Ada banyak timbal balik yang menguntungkan,” katanya.

Rektor UGM, Prof Sudjarwadi mengatakan, pihaknya juga tengah mengupayakan lulusan yang berorientasi penciptaan lapangan kerja.

"Tahun 2011 nanti kami berharap ada setidaknya 15% lulusan UGM yang tidak berpikir untuk mencari kerja, tapi justru menciptakan lapangan kerja,” ujarnya. Ia juga mengatakan, terdapat 200 mata kuliah dari 18 fakultas di UGM yang bisa disisipi pendidikan entrepreneurship.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM, Prof Tony Atyanto Dharoko mengungkapkan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera menyiapkan draft MoU antara UGM dengan Hipmi DIY terkait hal tersebut. Hari ini rencananya kedua belah pihak akan lebih mematangkan rencana kerjasama tersebut, dengan menggelar diskusi kembali.(Harian Jogja/Galih Kurniawan)


EmoticonEmoticon