Minggu, 14 Februari 2010

YOGYAKARTA(SI) – Penyebab tewasnya belasan orang penenggak lapen mulai terkuak.Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Yogyakarta menduga korban tewas karena unsur metanol di dalam alkohol lapen.

Dugaan sementara ini merujuk sejumlah literatur di mana lapen dibuat dengan cara mencampur alkohol berkadar di atas 70% dengan air,bahan perasa,dan pewarna makanan. Kasi Pelayanan Konsumen dan Informasi BB POM Yogyakarta Diah Tjahtojonowati mengatakan, metanol banyak terkandung di dalam alkohol berkadar lebih dari 70%.Alkohol dengan kadar tinggi tersebut sebenarnya dibuat bukan untuk kebutuhan konsumsi manusia.“ Biasanya hanya dipergunakan untuk desinfektan seperti membersihkan luka atau mencuci peralatan medis,”papar Diah kemarin.

Metanol lebih banyak dipergunakan untuk membuat peralatan kosmetik seperti hair spray. Sementara konsumsi metanol dalam jumlah besar akan sangat memengaruhi kinerja organ tubuh.“Kalau yang paling sering sakit adalah mata,maka bisa saja menyebabkan kebutaan. Bila dalam jumlah banyak dan mengendap di dalam tubuh bisa jadi akan menyebabkan keracunan. Gejala orang keracunan metanol ini biasanya keluhan di penglihatan, perut melilit, dan lemas,”tuturnya lebih lanjut. Diah belum berani menyimpulkan secara pasti apakah benar dugaan yang merujuk literatur tersebut.

Hingga kemarin proses pengujian terhadap sampel lapen yang diterima dari polisi belum selesai diperiksa BB POM. Hasil laboratorium diperkirakan akan diketahui pada Selasa (16/2). Nantinya, BB POM akan mengetahui pasti kandungan kimia dari lapen yang menewaskan banyak orang ini. Poltabes Yogyakarta masih menjanjikan untuk mengirim sampel lapenlainnya. sampelyangsaatinidiuji dikirimkan secara bertahap selama dua hari. ”Satu paket pada Rabu (10/2) sebanyak dua plastik,dan Kamis (11/2) kembali dikirimkan satu dus. Jumlahnya cukup banyak dan sejumlahsampeljamuserbuk.Tetapi katanya masih mau tambah lagi.” Sementara itu,pemberitaan tewasnya sejumlah penenggak lapen belum membuat para penikmatnya berhenti mengonsumsi.

Kemarin, Polsek Gondokusuman dan Poltabes Yogyakarta mencatat jasad dua orang yang diduga tewas karena habis pesta lapen. Dua korban tersebut ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kos di daerah Gendeng,Baciro Yogyakarta. Mereka adalah Andrianto, 20, yang tercatat sebagai mahasiswa asal Kepulauan Riau; dan Joko, 20, warga Sanggrahan, Kali Tebu, Klaten.Jasad keduanya saat ini berada di ruang forensik RS dr Sardjito Yogyakarta menunggu divisum.

”Informasi dari sejumlah saksi yang sempat kami minta keterangan, masih ada satu lagi korban bernama Sidik, 20,warga Sanggrahan Kali Tebu atau tetangga dari Joko, tetapi dia meninggal di Klaten,”beber Wakasat Reskrim Poltabes Yogyakarta AKP Sudarsono kemarin. Menurut informasi dari Arif, pemilik kamar kos yang dijadikan ajang pesta lapen oleh ketiga korban, lapen dibeli pada Selasa (9/2) malam.Ketiganya mulai mengeluh sakit sejak Rabu (19/2) dan akhirnya ditemukan tewas pada Jumat pagi.

Lapen dibeli dari tempat penjualan milik tersangka Gunawan R yang ditengarai masih tetap buka meski yang bersangkutan sudah ditahan Poltabes Yogyakarta. Di tempat kejadian perkara, polisi menemukan barang bukti sejumlah plastik bekas pembungkus lapen,beberapa botol bekas,dan sebuah termos yang diduga digunakan untuk menampung lapen sebelum diminum korban.

Dengan temuan korban terakhir ini,jumlah korban tewas di Kota Yogyakarta sejak sepekan lalu mencapai 12 orang. Sementara data Poltabes Yogyakarta mencatat,jumlah total korban sudah mencapai 14 orang. (maha deva)

3 komentar

ha ha ha... tuh rasa'in, udah jelas dilarang sama agama tetep aja di lakuin... mendingan minum wedang secang or jahe anget... khasiatnya anget di badan, sehat lagi. ^^

enak lapen tuh....seger;;;

mendingan minum tuwak aren ....segar dan menyehatkan...maboknya asik mbleh.....pagi2 boker jadi lancar....


EmoticonEmoticon