Senin, 15 Februari 2010

BANTUL(SI)– Kasus orang hilang akibat penyalahgunaan situs jejaring sosial facebook juga terjadi di Bantul. Kalin ini, menimpa warga Srandakan,Bantul Tri Nurhayati,20.

Tri yang dikenal akrab dengan panggilan Nung yang sehari-harinya bekerja sebagai penjawa warnet di Bantul ini, hilang sejak Selasa (9/2) laludandidugadilarikanolehteman facebooknya. “Karyawan saya ini seusai jam kerja dengan sepeda motornya Yamaha Yupiter AB 6610 TB menuju arah utara,pada hal rumahnya berada di selatan,”ungkap keterangan pemilik warnet tempat Nung bekerja, Edo,kemarin. Orangtua Tri Nurhayati, Budiharjo mengatakan saat berada di rumah,anaknya itu selalu melakukan aktifitas facebook melalui telepon gengamnya (HP) dengan teman-temannya.

Namun keluarga tidak mengetahui secara detail siapa temannya yang diajak main faceboo ktersebut.Apalagi HP tidak pernah lepas dari tangan anaknya. “Mungkin anak saya diajak pergi oleh salah satu teman facebooknya,” ungkapnya. Budiharjo juga mengaku, meskipun sudah mencoba mencari, baik di rumah saudara maupun temen dekatnya, termasuk melaporkannya ke polisi,namun, sejak hilang Selasa (9/2) lalu hingga sekarang, pihak keluarga belum mengetahui dimana kebaradaan anaknya tersebut.“Saya sudah tanya-tanya kepada saudara dan teman dekat anak saya,namun mereka mengaku tidak mengetahuinya.

Termasuk polisi, hingga saat ini juga belum ada keterangan dimana keberadaan anak saya ini,”terangnya. Budi menyatakan saat pergi anaknya menggunakan baju lengan panjang warna krem, celana panjang juga warna krem, menggunakan jaket jeans warna biru dan menggunakan jilbab. “Jika, ada yang melihat ciri-ciri wanita seperti itu, kami berharap diberitahu,” harapnya. Pengamatan IT dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE),Yayasan Keluarga Pahlawan Nasional (YKPN),Yogyakarta,Wing Wahyu mengatakan maraknya pemberitaan di media tentang anak perempuan dibawa lari oleh teman facebook disebabkan bukan fasilitas teknologi khususnya facebooknamun justru adanya ketidakpedulian dari orang tua kepada anaknya saat bermain internet khususnya saat anak mengakses situs jejaring sosial facebook.

Untuk itu, guna meminimalisir dampak dari teknologi ini, maka peran orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya saat mengakses internet tidak harus secara langsung, namun dapat dilakukan dengan menanyai anaknya situsapayangsedangdiakses,teman siapa didalam facebook.“Sehingga dengan pemantauan secara tidak langsung sedikitnya akan menekan dampak negatif dari kemajuan teknologi yang tidak mungkin lagi terbendung,”paparnya.

Dipecat dari Sekolah

Pengalaman ini tidak pernah dibayangkan Edy Trisno Arifin. Anaknya,AN, bersama tiga temannya, MA,AR,dan YK, bernasib sial karena dikeluarkan dari sekolahnya, SMA 4 Tanjungpinang,Provinsi Kepulauan Riau.Pangkal perkaranya, AN dan teman-temannya dianggap menghina guru lewat statusnya di situs jejaring sosial facebook. "Anak saya sampai saat ini masih terpukul akibat kejadian itu," kata Edy di Tanjungpinang, Sabtu.

Menurut Edy, anaknya dikeluarkan dari sekolah karena dituduh menghina salah seorang guru perempuan dengan kata-kata kotor.Anaknya sebenarnya sudah berusaha meminta maaf kepada guru yang bersangkutan dan kepada pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah SMA 4 Tanjungpinang Yose Rizal menyebutkan, kata-kata yang ditulis sudah menyebut sesuatu yang sensitif. "Akibatnya guru yang bersangkutan juga tidak sanggup lagi untuk berhadapan dengan siswa itu," ujarnya. (priyo setyawan/ant)


EmoticonEmoticon