Minggu, 28 Februari 2010

YOGYAKARTA (SI) - Lampion naga yang meramaikan penutupan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-5 di Titik Nol Kilometer, tadi malam dinobatkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai lampion naga terpanjang di Indonesia. Dari hasil pengukuran, panjangnya mencapai 131,05 meter dengan besar kepala 2,4 meter, tinggi kepala 1,7 meter dan lebar kepala 1,2 meter.

"Usulan semula panjang naga lampion hanya 126 meter.Namun setelah diukur ternyata panjangnya 131,05 meter," kata Ketua Panitia PBTY ke-5 Tri Kirana Muslidatun usai penutupan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2010 di titik nol kilometer,tadi malam. Rekor Muri nomor urut 4.166 itu diberikan kepada tiga pihak.

Yakni PBTY ke-5 sebagai pemrakarsa pembuatan lampion naga terpanjang, Pusat Seni Budaya Tionghoa Yogyakarta sebagai pelaksana penyelenggara pembuatan lampion naga terpanjang dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta sebagai pembantu pelaksana penyelenggara pembuatan lampion naga terpanjang.

"Rekor Muri tidak hanya untuk kami,namun juga untuk seluruh warga Tionghoa dan non Tionghoa di Yogyakarta," ujar istri wakil wali kota Yogyakarta ini. Penutupan PBTY ke-5, tadi malam, cukup meriah. Puluhan ribu pengunjung menyesaki sepanjang Jalan Malioboro, Titik Nol Kilometer dan sekitarnya. Mereka ingin menyaksikan beragam pertunjukan yang diperagakan oleh 23 kelompok.

Di antaranya, barongsai, lampion naga, tari-tarian dan banyak lainnya. Kemacetan pun tak terhindarkan di beberapa ruas jalan.Sebab, Jalan Ahmad Yani, Jalan Malioboro, Jalan Trikora, Jalan Panembahan Senopati ditutup total sejak pukul 18.00 WIB.Lalu lintas semakin padat karena tadi malam merupakan malam terakhir Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2010 digelar. (abdul malik mubarak)


EmoticonEmoticon