Rabu, 17 Februari 2010

Pelatihan IT UKMK Terkendala
RADAR JOGJA - Dana pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) khususnya bidang Informasi Teknologi (IT) mengalami pengurangan. Plt Kepala Balai Pelayanan Bisnis Disperindagkop DIJ Suryo Purnomo mengakui pengurangan anggaran tersebut dengan alasan efisiensi dan efektifitas. “Kalau melihat jumlah UKMK yang ada di Jogjakarta sangat tidak sepadan. Justru yang belum tersentuh sampai sekarang masih lebih banyak dibandingkan yang sudah dibantu oleh kami,” papar Suryo kemarin.

Akibat berkurangnya dana pengembangan tersebut, pihaknya harus lebih berhemat dan melakukan perhitungan dengan cermat. Demikian pula program yang dipilih juga banyak dikurangi. “Misalnya program pembinaan dan pengembangan industri kreatif pada tahun lalu bisa mencapai Rp 132 juta. Tahun ini justru hanya di kisaran Rp 71,686 juta,” katanya.

Demikian pula untuk pelatihan IT tersebut, anggaran untuk melatih 100 orang pemula hanya sebesar Rp 68 juta. Sedangkan untuk pengelolaan Jogja Bisnis sebesar Rp 24,646 juta, dan untuk layanan SIOT (sistem informasi operasional dan transaksi) bagi 30 UKMK sebesar Rp 8 juta. “Sedikit mengalami kendala pengembangann UMKM mengingat dana yang kita miliki sangat terbatas,” imbuhnya.

Kepala Seksi Penyiapan Informasi Balai Pelayanan Bisnis Ir Guntur Wahyu Anggoro MM mengungkapkan keterbatasan yang sama terkait dengan dana pengembangan UMKM. Pada tahun 2009 lalu, pihaknya baru memberikan pelatihan bagi 30 UKMK terkait bidang teknologi informasi yang diadakan pihaknya. Itupun baru dilakukan sebanyak tiga kali.

“Bila dibandingkan dengan jumlah UMKM di Jogjakarta, jumlah pelatihan bagi UMKM belum seberapa, mengingat jumlah UMKM sangat banyak. Bisa dibayangkan untuk industri saja ada sekitar 70 ribu lebih di Jogja. Belum lagi sektor lain, seperti perdagangan,” papar Guntur.

Guntur mengakui bahwa awalnya ia menargetkan bisa memberi pelatihan IT pada 1.000 UMKM. Keyakinan tersebut berpijak dari anggapan setiap tahun, anggaran untuk mereka ditingkatkan. Tapi belakangan, pihaknya sedikit pesimis bisa mencapai jumlah yang diinginkan.

Di luar anggaran, ada kendala lain yang juga muncul. Seperti pelaku UMKM banyak yang belum menyadari pentingnya pemanfaatan IT untuk mendukung industri yang mereka jalankan. Padahal, adanya penguasaan IT, pelaku UMKM bisa memudahkan akses mereka dalam memasarkan di pasar global.

“Termasuk mereka bisa menguasai mengnai SIOT atau sistem informasi operasional dan transaksi. SIOT merupakan software berbasis online yang membantu Industri kecil menengah dan koperasi berhubungan dengan buyer dan masyarakat umum," paparnya.

Adanya SIOT, pelaku UMKM diharapkan bisa mempromosikan produk, pengelolaan bisnis dan pengelolaan transaksi bisnis UKMK secara online. Hingga sekarang, yang sudah bergabung memanfaatkan SIOT baru 2.800 profil usaha.(hes)


EmoticonEmoticon