Senin, 15 Februari 2010

YOGYAKARTA -- Atas nama Poltabes Yogyakarta, Wakapoltabes AKBP Sudarmanto meminta maaf atas insiden pemukulan dan perusakan sepeda motor di Stadion Mandalakrida Yogyakarta, Jumat malam lalu. Saat itu, aparat kepolisian tengah berusaha membubarkan massa yang rusuh pada pertandingan sepakbola antara PSIM dan PSS.

Pada saat itu, sepeda motor milik wartawan KRonline rusak akibat dipukuli dipukuli oleh polisi. Selain itu, wartawan harian KR, Dian Ade Permana, juga mendapat pukulan polisi, padahal ia sudah menerangkan ia adalah wartawan yang bertugas meliput peristiwa itu.

Sebagian insiden pemukulan dan perusakan ini terekam oleh seorang wartawan televisi. Dan bukti itu, Sabtu lalu diputarkan di depan Wakapoltabes.

Sudarmanto mengatakan ia meminta maaf atas kejadian ini. ''Kami mengakui itu adalah tindakan yang sangat tidak dibenarkan. Kami kecewa dan malu mengetahui ada angota kami yang melakukan tindakan itu,'' kata Sudarmanto, saat menerima para wartawan.

Atas aksi kekerasan ini, Sabtu lalu sekitar 100 wartawan yang bertugas di Yogyakarta berunjuk rasa. Semula mereka mendatangi Markas Polda DIY di Baciro. Setelah di Baciro, para wartawan yang bergabung dalam Liga Wartawan Anti Kekerasan (Lawak) ini lalu mendatangi Poltabes Yogyakarta, dan diterima Wakapoltabes.

Dia juga berjanji akan memperketat pengawasan mulai dari pengendalian terhadap tindakan aparat, dan kegiatan ini akan dievaluasi setiap hari. Ade sendiri tak ingin memperpanjang persoalan ini, dan meminta kejadian serupa tak terjadi lagi terhadap wartawan yang sedang melakukan tugasnya.
Redaksi - Reporter
Red: siwi
Reporter: Yoebal


EmoticonEmoticon