Senin, 22 Februari 2010

YOGYA (KRjogja.com) - Hari ini, Minggu(21/2), pemerintah kota Yogyakarta melalui badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogya bekerjasamma dengan belasan komunitas peduli sampah memperingati Hari Peduli Sampah. Peringatan dilakukan untuk menyadarkan amsyarakat akan bahaya sampah, terutama karena diperkirakjan pada 2012 nanti TPA Piyungan tidak akan mampu lagi menampung sampah.

peringatan dilakukan dengan diadakannya pawai para petugas kebersihan (pasukan kuning), dari Taman Parkir Abu bakar ALi menuju depan Istana Negara Yogyakarta. Belasan petugas mengendarai 11 motor gerobak sampah, dan dibelakangnya petugas lain memnbawa 26 keranjang sampah dorong.Di belakangnya, nampak para seniman dari KomunitasOmbak Raya mengenakan pakaian bernuansa sampah. DI akhir rombongan, seniman Yogya Ki Joko Wasis nampak melukis sambil berjalan kaki mengikuti rombongan.

Menurut Agus Hartono, ketua Lestari (Lembaga Studi dan Tata Mandiri), salah satu pemrakarsa acara, peringatan hari peduli sampah dilakukan tanggal 21 Februari, untuk mengenang 'meledaknya' TPA Leuwih Gajah di Bandung, yang memakan korban jiwa hampir 200 orang. ia juga mengimbau masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah berprinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle), unauk meminimalisir pembuangan sampah di TPA.

"Untuk mencegah pemanasan global, kami siap menjadi martil dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dan menghentikan pembakaran sampah yang merusak lingkungan," uajrnya.

Ia mengimbau pemerintah untuk melakukan penegakan hukum lingkungan, dengan menerapkan sanksi tegas bagi cukong dan mafia yang menghabiskan kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, pemerintah juga perlu memperbanyak sarana pendukung pengelolaan sampah, sebagai konsekuensi dari pemilahan sampah sesuai jenisnya. "Pemerintah perlu mendukung pengelolaan sampah, misalnya dengan menjamin keberlangsungan pasar produk-pdoruk daur ulang yang telah dihasilkan," (Den)


EmoticonEmoticon