Minggu, 21 Februari 2010

YOGYAKARTA(SI) – Warga Kota Yogyakarta semakin dimanja dengan internet gratis.Sejumlah lokasi mulai hotel dan mal yang mentereng hingga angkringan pinggir jalan menawarkan hotspotmengakses internet cuma-cuma.

Sebagai Kota Pelajar, maka menjadi keharusan bagi warganya terutama mahasiswa dan pelajar untuk melek teknologi informasi (TI).Keingintahuan informasi dari masyarakat bersambut ketika sejak beberapa tahun terakhir sejumlah lembaga dan institusi pendidikan, hotel, kafe, mal hingga Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sengaja memberikan tawaran layanan internet gratis (hotspot) di sejumlah area.

Saat ini dengan mudah sejumlah anak muda dengan menenteng laptop maupun notebook asyik nongkrong di depan mall, kafe, pusat perbelanjaan elektronik. Mereka bisa berjam-jam berselanjar di dunia maya, sekadar untuk chatting,browsing,atau sengaja mencari tugas bahan kuliah yang ada di situs tertentu.

Tak ketinggalan,Taman Pintar kini dilengkapi pula dengan sarana internet yang mampu mengakses sejumlah fitur menarik. Bersama provider telepon seluler XL, manajemen Taman Pintar menambah wahana permainan berupa video call, chatting,email,browsing, serta edugames dengan akses mudah bagi anak-anak.

Peluncuran kembali salah satu wahana pendidikan teknologi komunikasi di Taman Pintar kemarin dilengkapi penggunaan layar monitor besar untuk memudahkan anak-anak mengaksesnya. PraktisiTeknologi Informasi (TI) Universitas Gadjah Mada (UGM) Khabib Mustofa memandang kemudahan layanan akses internet pada ruang-ruang publik seharusnya diikuti dengan monitoring yang ketat oleh penyedia layanan.

Pembatasan terhadap situs-situs tertentu pun mungkin diperlukan.“Kita berpikir positif saja jangan berpikiran negatif (apakah banyak manfaatnya atau tidak). Namun yang terpenting harus ada monitoring dan hasilnya dijadikan bahan evaluasi,”kata Khabib Mustofa saat dihubungi Harian Seputar Indonesia(SI),kemarin. Pemberian layanan akses internet di ruang publik seharusnya disesuikan dengan tempat dan tujuannya.

Hal itu untuk memastikan perlu tidaknya pemblokiran terhadap konten situs tertentu yang berbau pornografi. “Misalnya, di perguruan tinggi maka akan sulit (dilakukan pemblokiran). Jika setiap situs yang mengandung kata seks diblokir,maka akan menyusahkan mahasiswa kedokteran dan psikologi,”urai Khabib. Penyediaan akses internet pada sejumlah ruang publik di Yogyakarta dinilai Khabib tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan wisatawan yang datang ke kota gudeg ini.

Sebab,para pelancong lebih memilih menggunakan fasilitas internet di hotel dibandingkan di tempat publik. Selain itu, mereka juga lebih banyak memilih membawa peta pariwisata untuk mengetahui lokasi tempat tempat wisata di Yogyakarta. “Memang secara prestis,layanan akses internet di ruang publik itu dapat. Namun apakah ada manfaatnya untuk pariwasata perlu dikaji lagi,”ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Christiana Agustiani lebih sepakat jika layanan internet di ruang publik itu dibatasi.Terutama untuk anak-anak di bawah umur. Sehingga layanan internet menjadi bermanfaat.“Saya berangan-angan kode kunci untuk membuka akses internet itu menggunakan nomor identitas (KTP).

Sehingga hanya mereka yang telah dewasa yang bisa menggunakannya.Namun hal-hal yang berbau pronografi juga harus diblokir,”katanya. Dia berpendapat, orang tua juga harus berperan aktif memberikan pengertian kepada anak-anaknya untuk menggunakan internet secara bijak. Sehingga anak-anak mendapatkan manfaat dari layanan internet tersebut.

Wahana rekreasi dan edukasi Taman Pintar yang setiap harinya dikunjungi sekitar 2.500 orang akan dimanjakan dengan kehadiran wahanaberteknologinirkabeltersebut. ”Kami berniat terus memperbarui perjanjian kerja sama yang September nanti berakhir. Tujuannya agar wahana ini tetap ada tahun- tahun mendatang,” ungkap Presiden Direktur PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) Hasnul Suhaimi di Taman Pintar kemarin.

Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto menyambut baik kerja sama tersebut karena sarat dengan visi untuk mencerdaskan anak bangsa. Herry menambahkan, dalam waktu dekat Taman Pintar juga akan dilengkapi wahana teknologi pengolahan kelapa sawit. ”Hal ini didasarkan pada fakta dimana produksi kelapa sawit di Indonesia adalah terbesar di dunia.

Namun, kita tahu nilai hasil produksinya masih nomor dua di bawah Malaysia.Wahana pengolahan kelapa sawit nanti diharapkan mampu mendongkrak hal itu,”jelasnya. Taman Pintar yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2008 lalu, rencananya juga akan meluncurkan ‘Mall Kursus’ pada Maret mendatang.Wahana di lantai tiga Gedung Kotak Taman Pintar tersebut sudah terisi 11 jenis kursus.

”Jenisnya adalah kursus robotik pabrikan,water rocket, bahasa, bimbingan belajar untuk SMP dan SMA,desain grafis, animasi,multi media, batik dan merchandise,” terang Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar Edy Heri Suasana.

Kendati belum resmi dioperasikan, namun beberapa wahana kursus sudah dioperasikan, yakni kursus robotik pabrikan, robotik dari Taman Pintar, serta water rocket. Setiap jenis kursus dilengkapi dengan kurikulum. Bahkan menurut Heri Suasana, peminat kursus bukan hanya pelajar melainkan juga para guru sekolah. (abdul malik mubarok)


EmoticonEmoticon