Minggu, 07 Maret 2010

YOGYA (KRjogja.com) - Dari sekitar 19.000 pengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS), 52 persen diantaranya adalah remaja. Hal tersebut terjadi karena didukung dengan pola perilaku seks bebas di tingkat remaja yang juga cenderung meningkat.

"Seks bebas merupakan salah satu faktor yang menularkan HIV/AIDS. Sehingga diperlukan suatu upaya untuk memotong rantai penyebaran virus ini melalui pembentukan tempat dimana mahasiswa dapat bertukar informasi mengenai kesehatan reproduksi maupun informasi mengenai HIV/AIDS," ujar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Pusat, Dr. dr. Sugiri Syarief, MPA dalam sambutannya pada Launching Pusat Informasi Konseling-Mahasiswa (PIK-M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kampus Terpadu UMY, Sabtu (6/3).

Sugiri menilai peningkatan pola perilaku seks bebas ini mengkhawatirkan karena dapat mendorong dampak lainnya. ”Adanya seks bebas dapat menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan yang tidak diinginkan cenderung mengakibatkan perilaku aborsi. Perilaku aborsi yang tidak aman dapat meningkatkan angka kematian ibu melahirkan,”urainya.

Melihat faktor-faktor inilah yang menyebabkan BKKBN bekerja sama dengan Jari Mulia untuk mendirikan PIK-M. Dimana melalui PIK-M ini dapat dijadikan sarana untuk berdiskusi bagi mahasiswa mengenai kesehatan reproduksi maupun HIV/AIDS. ”PIK-M ini dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa. Mahasiswa dapat saling memberi informasi satu sama lain sehingga terhindar dari tiga persoalan. Persoalan narkoba, kemungkinan terjadinya seks bebas dan HIV/AIDS,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMY, Husni Amriyanto, M.SI menguraikan adanya PIK-M ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat. ”PIK-M dan Jari Mulia ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat dan nantinya tidak hanya di lingkungan fakultas tetapi juga universitas,” tambahnya. (Ran)


EmoticonEmoticon