Senin, 08 Maret 2010

GAMPING: Puncak Demam Berdarah Dengue (DBD) yang diprediksi terjadi pada Maret. Dinkes Sleman terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan gerakan Jumat Bersih. Tim Kelompok Kerja Operasional Demam Berdarah Dengue (Pokjanal) DBD Kabupaten Sleman pada 2010 sudah 5 kali melaksanakan monitoring jentik ke wilayah 10 puskesmas.

Kali ini, Tim Pokjanal melakukan monitoring jentik di Dusun Baturan Lor, Desa Trihanggo, Gamping. Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinkes Sleman Hendarti Wilujeng mengatakan, dalam pelaksanaan monitoring jentik di Dusun Baturan Lor, Desa Trihanggo, diperoleh data bahwa ternyata masyarakat dari sampel yang diambil oleh petugas pemantau jentik, masih banyak didapatkan jentik-jentik di bak tampungan kamar mandi, di tempat penampungan barang bekas, dan juga di wadah-wadah yang bisa menjadi tampungan air.

“Tapi yang kami temukan sedikit, karena kebanyakan terdapat di dispenser dan tempat tampung air pada kulkas, kalau di kamar mandi penduduk setempat kebanyakan bersih,” ujar Hendarti, Jumat (5/3). Khusus untuk Dusun Baturan Lor, Desa Trihanggo Gamping Sleman dari 54 sample yang diperiksa, sekitar 12 rumah positif terdapat jentik nyamuk, sehingga angka bebas jentiknya mencapai 90,7%. Padahal menurut dia, yang ideal ABJ itu harus 95%. Tapi dikatakan kondisi kebersihan lingkungan di dusun tersebut sudah bagus.

Monitoring gerakan Jumat Bersih, selain dilakukan Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dari Dinas Kesehatan, monitoring juga diikuti Dinas Pendidikan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bappeda, PKK, Bagian Pemerintahan Desa, serta kader dari puskesmas.

Hendarti mengatakan, sebelum mengadakan monitoring di Gamping, monitoring jentik dilakukan di Dusun Papringan Jl. Tutul, Caturtunggal Depok Sleman. Berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat sebuah rumah besar yang memiliki kolam ikan tapi sudah tidak terawat lagi, dan menjadi sarang nyamuk.(tia)


EmoticonEmoticon