Jumat, 05 Maret 2010

YOGYAKARTA(SI) – Dewan Pendidikan DIY berhasil menyelesaikan penyusunan draf peraturan gubernur (pergub) dan academic paperyang berkaitan dengan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) bagi siswa SD,SMP,dan SMA.

Dalam draf itu, Dewan Pendidikan tetap mencantumkan penerbitan STTB sebagai syarat utama masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta di DIY.Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof Wuryadi mengatakan, dari hasil kajian komprehensif bersama stakeholder pendidikan lainnya, diputuskan untuk menjadikan STTB sebagai syarat masuk perguruan tinggi. Rumusan yang telah dibuat ini selanjutnya diajukan akan ke gubernur untuk ditindaklanjuti sebagai pergub. ”Jadi,itu (rumusan) draf sudah final.Nanti tinggal menyampaikan ke gubernur dengan harapan bisa disahkan sebagai Pergub,”katanya kepada harian Seputar Indonesia (SI) kemarin.

Menurut Wuryadi, nilai yang akan dicantumkan dalam STTB merupakan paduan dari penilaian rapor,nilai mata pelajaran khusus, dan nilai ujian. Bobot dari masingmasing nilai ini berbeda. Untuk bobot rapor adalah dua poin, nilai mata pelajaran khusus satu poin, dan bobot nilai ujian satu poin. ”Yang berhak memberikan penilaian adalah masing-masing sekolah dengan rentang nilai satu hingga sepuluh,”paparnya. Soal academic paper, ini merupakan gambaran esensi STTB yang diberikan kepada siswa yang telah menempuh belajar pada kurun waktu tertentu.STTB ini bukan sebagai tanda lulus dan tidak lulus karena yang akan menentukan siswa lulus dan tidak lulus adalah Rapat Dewan Guru. STTB ini sebagai jaminan keberlanjutan pendidikan.

”Dilihat dari pendapat hukum, kita tidak boleh memberhentikan pendidikan karena tidak sesuai dengan hukum asasi pendidikan. Karena itu, seorang siswa yang tidak lulus ujian nasional tetap harus mendapat layanan pendidikan,” ungkap Wuryadi. Dalam UU Otonomi Daerah, pengaturan pendidikan dasar dan pendidikan menengah ditentukan oleh masing-masing daerah. Khusus untuk kebijakan STTB di pendidikan dasar dan menengah di DIY bisa diberlakukan dengan pergub. Wuryadi menjamin keberadaan pergub yang mengatur syarat masuk perguruan tinggi ini tidak bertentangan dengan kebijakan pusat.

Diberitakan sebelumnya, tim perumus pergub sempat berniat menggagalkan rencana penerbitan STTB. Hal itu menyusul penolakan keras dari sebagian besar perguruan tinggi negeri dan swasta di DIY.Mereka khawatir kebijakan ini akan bertentangan dengan pusat yang mensyaratkan kelulusan UN untuk mendaftar PTN-PTS. Anggota Dewan Pendidikan Hary Dandi menambahkan,nama draf peraturan gubernur tersebut belum ditentukan.

Rencananya, penentuan draf ini akan dibahas bersama biro hukum Pemprov DIY. Setelah itu,baru dilakukan audiensi dengan gubernur, tetapi waktunya belum ditetapkan. ”Kemungkinan pekan depan,”tuturnya. (arif budianto)


EmoticonEmoticon