Sabtu, 06 Maret 2010

(SI) – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama akhirnya membatalkan rencana kunjungan ke Candi Borobudur.Pemberitahuan pembatalan kunjungan diterima PT Angkasa Pura I Bandara Adisoemarmo Solo yang sedianya menjadi tempat pendaratan pesawat kepresidenan AS Air Force One sebelum menuju Candi Borobudur di Magelang.

Surat bernomor 006/RDP/ dbw/2010 yang diteken Konsul AS Ronald D Perkel itu ditujukan kepada pihak PT Angkasa Pura I. Isi surat itu menyebutkan, alasan pembatalan berkenaan dengan perubahan agenda yang akan dilakukan Obama selama di Indonesia. Obama memilih berkunjung ke Pulau Dewata Bali.

‘Bersama ini,kami dengan sangat menyesal harus menyampaikan kepada Bapak Komandan (GM PT Angkasa Pura I) bahwa kunjungan Presiden Barack Obama ke Yogyakarta kali ini dibatalkan berkenaan dengan perubahan rencana kunjungan Bapak Presiden ke Bali’.

Surat itu sekaligus untuk menyampaikan terima kasih kepada GM PT Angkasa Pura I berserta stafnya terkait dengan persiapan yang telah dilakukan demi menyambut kedatangan rombongan Presiden Obama. Menurut Pts Manager Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura I Bandara Adisoemarmo Solo Djoko Santosa, surat itu diterima pada Kamis (4/3) sore.

“Pembatalan itu sepenuhnya dari mereka sendiri. Kalau kita sebenarnya sudah siap,” paparnya kemarin. Djoko menerangkan, sebelumnya pihak dari AS telah melakukan pengecekan langsung di Adisoemarmo selama hampir sehari. “Ada enam orang yang langsung mengecek di sini.Waktu itu, mereka menilai bandara ini sangat baik,”ceritanya sembari menuturkan pemeriksaan mereka sangat mendetail.

Tak hanya itu, persiapan juga telah dilakukan dengan menggelar koordinasi bersama Pertamina dan Gapura selaku penyedia tangga dan towingpendorong.“Kita harus mendatangkan tangga dan towing pendorong itu dari Jakarta.Dan itu sudah siap semua,”urainya. Menurutnya, jika jadi mendarat maka akan ada rescheduling penerbangan di bandara itu.

“Rencananya enam jam, tiga jam sebelum mendarat dan tiga jam setelah. Selama waktu itu,penerbangan rencananya kita alihkan ke Yogyakarta dan Semarang. Tapi hingga adanya pemberitahuan pembatalan kemarin, rescheduling belum kami lakukan, jadi ini (pembatalan) tidak berdampak apa-apa,”terangnya.

Dari rencana awal, akan ada dua pesawat jenis Boeng 747 seri 300 (Air Force One) yang akan mendarat di sana. Selain itu, masih ditambah lima Helicopter Black Hawk.“Dari segi bandara, kita tidak ada masalah. Semua bisa (tertampung). Bahkan, sehari sebelum kedatangan, telah ada pesawat pemuat bahan bakar yang masuk. Jadi, mereka membawa bahan bakar sendiri,”bebernya.

Pascapembangunan terminal baru, bandara internasional ini memang memiliki keunggulan dibandingkan dengan bandarabandara lain di sekitarnya, seperti Adisutjipto Yogyakarta dan Ahmad Yani Semarang.“Run way kita sepanjang 2.600 meter bisa untuk mendarat semua jenis pesawat. Apron kita mampu menampung tiga pesawat besar dan enam pesawat sedang,”tuturnya.

Sementara itu, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko belum menerima konfirmasi kabar pembatalan kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Candi Borobudur. Dirut PT TWC Purnomo Siswoprasetjo menjelaskan, sebenarnya pihaknya sudah menyiapkan penyambutan istimewa kedatangan Obama ke Borobudur.

Salah satunya dengan menawarkan kain sarung dan sandal karet bermotif batik untuk mencegah kerusakan batu candi,sebagai salah daya tarik pariwisata di Borobudur. ”Soal itu sudah kami sampaikan ke Kedubes Amerika. Dan menurut meraka, Presiden Obama adalah orang yang sangat menghargai budaya di negara manapun,”terang Purnomo.

Menurut Purnomo, semula jadwal kedatangan Obama ke Borobudur adalah karena permintaan putrinya yang takjub atas keindahan Borobudur.Kendati demikian, Purnomo masih yakin jadwal kedatangan Obama ke Borobudur tetap sesuai schedule semula, sebelum ada pengumuman resmi dari pihak berwenang.

Hal senada disampaikan Humas UGM Suryo Baskoro, yang hingga kemarin belum mendapatkan informasi batalnya Obama berkunjung ke Jateng-DIY, termasuk dalam acara meninjau kesiapan penanugerahan penghargaan kepada Ibunda Obama (Dr Ann Duhman) di UGM. Dirinya mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari kampus maupun dari pihak terkait.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djoko Erwanto mengaku belum menerima informasi dari Mabes Polri soal batalnya kunjungan presiden Amerika Barack Obama ke Candi Borobudur. Djoko menambahkan polda tetap akan mengikuti apapun instruksi yang turun dari Mabes Polri.

Termasuk langkah-langkah yang digelar seumpama jika Obama nantinya memang benar-benar membatalkan niatnya berkunjung ke Borobudur. “Saya malah baru dengar dari wartawan. Belum ada informasi dari Mabes Polri soal ini,”akunya. (fefy dwi haryanto/ moch fauzi/m oliez)

1 komentar:

Mungkin obama takut sama teroris. Kan banyak oknum teroris dari Jawa Tengah tuch..


EmoticonEmoticon