Kamis, 04 Maret 2010

YOGYAKARTA – Bersamaan digelarnya sidang Paripurna ke dua DPR hari ini, puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Yogyakarta menggelar aksi di depan kediaman pribadi Wakil Presiden Boediono di Sawitsari Condong Catur, Sleman, Yogyakarta.

Aksi dimulai dengan berjalan kaki dari terminal Condong Catur ke kediaman Boediono yang berjarak sekitar satu kilometer. Aksi diawali dengan dua becak yang berjalan paling depan dan dipasangi spanduk melintang bertuliskan Turunkan Boediono.

Dalam orasinya, Aliansi pemuda Yogyakarta menyatakan sikap antara lain, meminta pihak yang terlibat dalam kasus Bank Century, di antaranya Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani diproses secara hukum.

Selain itu, mereka juga menyuarakan agar Boediono sebagai Wakil Presiden dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dinonaktifkan guna mempermudah proses hukum.

“Kami juga menolak sikap otoriter Ketua DPR RI Marzuki Alie saat memimpin sidang paripurna kemarin, karena tindakannya mengganggu proses demokratisasi di Indonesia dan melawan konstitusi,” tandas seorang demonstran dalam orasinya.

Aksi di depan kediaman pribadi Wapres Boediono ini mendapat pengamanan sangat ketat dari aparat kepolisian. Kapolres Sleman AKBP Yulza Sulaiman menyatakan, pihaknya menyiapkan pasukan sekitar 150 personil dari Polres Sleman dan Polsek Depok, serta masih ada tambahan dari Polda DIY. Bahkan terlihat juga dua KIKAVSER di depan kediaman Boediono.

Sedangkan terkait dengan penempatan personel di rumah kediaman pribadi Wapres ini, Yulza menyatakan pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan kontrol secara rutin.

Sementara arus lalu lintas di depan rumah Boediono ini, saat berlangsung aksi massa tetap lancar dan tidak menunjukkan adanya kemacetan ataupun pengalihan jalur.(teb)
(Sita Maharani/Trijaya/mbs)


EmoticonEmoticon