Selasa, 09 Maret 2010

VIVAnews - Penampilan perdana tim Putri Jakarta BNI 46 di pentas Proliga 2010 berujung kekalahan. Menghadapi tim pedatang baru TNI AU di GOR, Pangukan, Sleman, Yogyakarta, Minggu, 7 Maret 2010, BNI menyerah 0-3 (17-25, 23-25, 22-25).

"Anak-anak bermain di bawah form, terutama setter (Sari Widowati). Dia tidak berkembang. Rasa takutnya terlalu tinggi," kata asisten pelatih Jakarta BNI, Sukirno.

Permasalahan BNI juga tak lepas dari penampilan dua pemain asingnya yang belum maksimal. Mereka adalah pemaina asal China Wang Ting dan Huo Xuan.

"Keduanya baru tiba Kamis (4/3) lalu, jadi belum menyatu dengan setter. Sari masih mencari bola yang sesuai dengan kedua pemain itu," pungkas Sukirno.

Sementara itu, pelatih TNI AU, Eko Waluyo menilai ketenangan merupakan kunci dari kemenangan timnya kali ini. Selain itu, pemainnya juga tampil penuh semangat sepanjang pertandingan.

"Semangat juang anak-anak sangat tinggi, bermain tidak buru-buru. Itu kunci kemenangan kami," kata Eko.

Bagi AU, ini merupakan kemenangan keduanya di Proliga 2010. Sebelumnya tim yang memiliki dua pemain asing Krystle Amanda dan Kymberly sukses menekuk Jakarta Popsivo Polwan.

Pada pertandingan lainnya, tim putra Bantul Yuso Gunadarma juga gagal merebut poin penuh saat bertemu Jakarta Sananta. Duel ini berakhir dengan skor 3-1 (25-20, 25-21, 22-25, 25-21 ) untuk kemenangan Sananta.

Kekalahan ini tentu saja terasa menyakitkan karena Yuso bertanding di hadapan sekitar 3.000 pendukungnya.
Menurut manajer Yuso, Putut Marhaento, para pemainnya bermain terlalu terburu-buru.

"Mereka memang bersemangat, tetapi terlalu tinggi. Kontrol kurang bagus, penerimaan bola pertama juga tidak baik," katanya.


EmoticonEmoticon