Senin, 24 Mei 2010

Banyak alternatif dalam mengisi hari libur anda dan keluarga. Salah satunya dengan mengunjungi Museum Benteng Yogyakarta atau lebih dikenal dengan nama Benteng Vredeburg. Tidak ada salahnya memilih museum sebagai tujuan wisata, selain dapat bersantai dan menikmati arsitektur khas Belanda, diharapkan generasi saat ini tidak melupakan catatan panjang sejarah bangsanya.

Benteng Vredeburg merupakan saksi perjalanan sejarah di Jogja. Dibangun pada tahun 1760, awalnya bangunan yang dibuat dengan tujuan agar pihak Belanda dapat mengawasi segala perkembangan yang terjadi di dalam Keraton ini bernama Rustenburg yang memiliki arti Benteng Peristirahatan. Berubah nama menjadi benteng Vredeburg yang berarti benteng perdamaian merupakan manifestasi dari keadaan politik kasultanan dengan pihak Belanda yang berjanji tidak saling menyerang pasca gempa bumi hebat pada 1867.

Dalam perjalanannya benteng bersejarah ini sempat beberapa kali berganti fungsi. Hal ini karena kekuasaan yang berpindah tangan antara pihak Belanda dan Jepang. Pada masa Belanda, Vredeburg difungsikan sebagai rumah perwira, asrama dan juga rumah sakit bagi 450 orang tentara Belanda, gudang logistik. Namun pada masa kependudukan Jepang, benteng ini memiliki fungsi utama sebagai gudang mesiu dan persenjataan. Pada 1992 barulah benteng ini secara resmi dinyatakan sebagai Museum Khusus Perjuangan Nasional dengan nama Museum Benteng Yogyakarta.

Dalam museum ini terdapat beberapa benda asli peninggalan Belanda seperti meriam dan bangunannya. Ada juga beberapa foto serta lukisan mengenai upaya mengisi kemerdekaan Indonesia. Selain itu di salah satu bangunan ada ruangan khusus di mana kita kita dapat melihat diorama yang menggambarkan sejarah Indonesia dari masa perjuangan Pangeran Diponegoro hingga Agresi Militer Belanda II. Lagu-lagu kebangsaan yang kerap diperdengarkan di seluruh bagian museum menambah suasana nasionalisme.

Kawasan Nol
Museum ini terletak di kawasan Wisata Nol Kilometer tepatnya sebelah kiri jalan sebelum perempatan Kantor Pos Pusat, dan berseberangan jalan dengan Gedung Agung. Letaknya yang dekat kawasan Malioboro dan Pasar Beringharjo membuat pengunjung bisa dengan mudah mencari makanan atau berbelanja seusai berkunjung ke Vredeburg. Bahkan saat ini sudah ada pintu tambahan di timur dengan konsep three in one yang langsung menghubungkan lokasi Vredeburg dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Taman Pintar. Bila ingin membeli souvenir khas museum ini pun telah ada Museum Shop yang juga menyediakan berbagai kerajinan tangan khas Jogja. Museum Shop terlentak di sebelah kanan sebelum pintu penghubung three in one.

Karena letaknya yang strategis dan bernilai sejarah, bagian halaman maupun bangunan museum ini kerap dijadikan lokasi pameran dan ajang kesenian lainnya. Salah satunya adalah Festival Kesenian Yogyakarta yang beberapa tahun ini berpusat di Vredeburg. Untuk tahun ini FKY pun akan digelar di Vredeburg dari tanggal 7 Juni hingga 7 Juli mendatang.

Sebagai tujuan wisata, museum ini terbilang banyak dikunjungi. ”Bisa dibilang paling ramai, tahun 2009 saja kurang lebih 103.000 orang yang berkunjung,” ujar Pak Seno (45) pemandu di Vredeburg. Sedangkan untuk tahun 2010 terhitung sejak awal Januari hingga saat ini telah tercatat lebih dari 44.000 pengunjung datang kemari.

Mengenai program pemerintah yang mencanangkan tahun ini sebagai tahun kunjungan museum, Museum Benteng Yogyakarta pun telah melakukan berbagai upaya dalam menarik minat publik lebih banyak lagi. Selain berkerjasama dalam menggelar berbagai event besar di museum ini, pihak pengelola juga melakukan sosialisasi dan pameran keliling demi mengenalkan tujuan wisata satu ini.(Harian Jogja Cetak/Duala Oktarini)


EmoticonEmoticon