Jumat, 21 Mei 2010

YOGYAKARTA(SI) – Kawasan Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY) Giwangan akan diperkaya kefungsiannya.Tidak sekadar tempat perpindahan antarmoda transportasi,di tempat itu juga akan dibangun tempat bermain anak-anak yang mendidik. “Pengembangan ke depan, fungsinya diperkaya.

Misalnya membuat wahana negeri anak atau semacam tempat bermain anakanak,” kata Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke TPY Giwangan kemarin. Menurutnya, tanah kosong di sisi selatan Terminal Giwangan bisa digunakan sebagai tempat bermain bagi anak-anak.

Jenis permainannya dipilih yang mampu mendorong perkembangan motorik anak.Seperti loncat-loncatan, anjrut-anjrutan, gerobak sodor,engklek.Di sana juga akan disediakan berbagai macam miniatur gedung pemerintahan agar anak bisa melakukan permainan karakter. Misalnya berperan sebagai wali kota atau pejabat lainnya.

“Tidak hanya permainan modern, tapi permainan tradisional juga akan dimasukkan di situ,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta ini. Awalnya,tanah kosong sisi selatan TPY Giwangan akan dibangun sebuah mal besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.Namun, dengan berbagai pertimbangan kemudian diubah dengan rencana pembangunan tempat bermain anak-anak.

“Alasannya,karena Yogyakarta adalah Kota Pendidikan,” kata wali kota. Herry menilai keberadaan tempat bermain anak-anak masih sesuai dengan konsep pengembangan Yogyakarta bagian selatan. Wahana baru tersebut akan tetap dapat menghidupkan perekonomian di kawasan tersebut, terutama TPY Giwangan.

Sebab, nantinya anak-anak dan orangtua akan banyak menggunakan bus atau angkutan umum untuk datang ke sana. Konsep tempat bermain anakanak tersebut sedang dikomunikasikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta.Bappeda nantinya yang akan membuat detail enginering design (DED).

Pemkot tidak akan menunggu keputusan pengadilan terkait sengketa Terminal Giwangan dengan PT Perwita Karya untuk merealisasikannya, yang saat ini masih dalam masa persidangan. Kepala Bappeda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan keberadaan taman bermain anak di kawasan TPY Giwangan baru bersifat usulan awal. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan konsep dasar pembangunannya.“

Kita tunggu waktunya saja,”kata dia. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPY Giwangan Imanudin Aziz menambahkan, tanah kosong yang akan digunakan untuk pembangunan wahana bermain anak-anak seluas 8.000 meter persegi (m2).Letaknya berada di selatan Terminal Giwangan persis. Sehingga sangat mudah akses transportasinya.

“Wahana tersebut akan menjadi pendukung terminal Giwangan,”katanya. Imanudin menilai pemanfaatan pendukung terminal seperti kios saat ini kurang optimal.Dari 500 kios yang ada di TPY Giwangan, baru sekitar 216 kios saja yang terisi. Sisanya mangkrak.

Meski begitu,pendapatan terminal dari ruang-ruang komersial 2010 terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2009 pendapatan yang diraup terminal dari ruang komersial sebanyak Rp498,150 juta.Akhir tahun ini diprediksi naik menjadi Rp600 juta. (abdul malik mubarak)


EmoticonEmoticon