Jumat, 14 Mei 2010

YOGYAKARTA (SI) – Mantan Presiden Republik Polandia Lech Walesa mengatakan, Indonesia yang memiliki keragaman budaya dan etnis memberikan pelajaran berharga bagi penyatuan Eropa.

"Keragaman budaya dan etnis di Indonesia yang menyatu sangat penting untuk membangun Uni Eropa yang juga terdiri atas berbagai budaya dan etnis," katanya saat mengunjungi rumah seni Rudi Pesik di Mondorakan,Kotagede,Yogyakarta, kemarin. Menurut dia,keragaman budaya dan etnis di Indonesia yang menyatu itu dapat menjadi pelajaran untuk dikembangkan di Eropa. "Dengan mengembangkan keragaman budaya dan etnis yang menyatu diharapkan dapat semakin mengintegrasikan Uni Eropa," katanya. Saat ditanya tentang demokrasi di Indonesia,dia mengatakan demokrasi di negeri ini telah berjalan dengan baik,tetapi masih perlu diperbaiki terutama yang berkaitan dengan pemilihan umum. "Di Indonesia, pemilihan umum sebagai wujud pelaksanaan demokrasi masih perlu diperbaiki, karena banyak pemilih yang tidak mengenal calon yang akan dipilih," terangnya.

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan pemilih tidak mengetahui secara utuh mengenai calon yang akan dipilih.Akibatnya, pemilih tidak dapat menyampaikan aspirasi kepada calon yang akan dipilih. Sebaliknya, calon yang akan dipilih hanya menyuarakan janjijanji yang disampaikan dalam kampanye, dan setelah terpilih tidak ada kewajiban untuk merealisasikan janji-janji itu. "Oleh karena itu, jika demokrasi di Indonesia ingin lebih maju, maka pengenalan secara utuh dari pemilih kepada calon yang akan dipilih, menjadi penting. Dengan demikian, kepentingan pemilih dapat diakomodasi ketika calon mereka terpilih dalam pemilihan umum," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut Lech Walesa juga memuji jika perempuan di DIY memiliki wajah yang cantik seperti sebagian besar perempuan di Eropa. "Ketika tiba di Bandara Adisutjipto, dan selama perjalanan hingga sampai di Kotagede, saya melihat banyak perempuan berwajah cantik," terangnya. Menurut dia,kecantikan perempuan itu membuat dirinya merasa tertarik untuk tinggal di Yogyakarta jika usianya lebih muda dari sekarang.

"Jika usia saya lebih muda,tentu saya akan memilih tinggal di Yogyakarta, karena banyak perempuan cantik di sini," kata Walesa yang kini berusia 66 tahun. Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Republik Polandia untuk Indonesia Tomasz Lukaszuk mengatakan Yogyakarta dijadikan salah satu tujuan kunjungan Lech Walesa, karena kota ini merupakan salah satu kota penting di Indonesia. "Yogyakarta dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan, pendidikan, sejarah, kerajinan, dan memiliki keraton.Yogyakarta juga memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia," katanya. Menurut dia, setiap tahun ada mahasiswa Polandia yang menempuh pendidikan di Yogyakarta sebagai realisasi kerja sama di bidang pertukaran mahasiswa.

"Saat ini ada 53 mahasiswa Polandia yang menempuh pendidikan di Indonesia, lima di antaranya kuliah di Yogyakarta. Mereka mempelajari bahasa, sejarah, dan budaya Indonesia," jelasnya. (ant)


EmoticonEmoticon