Kamis, 27 Mei 2010

YOGYA (KRjogja.com) - Kota Yogyakarta diupayakan bersih dari gelandangan dan pengemis serta anak jalanan, apalagi akan menjadi tuan rumah Muktamar Satu Abad Muhammadiyah pada 3-8 Juli 2010.

"Kami mengintensifkan razia terhadap mereka, yaitu tiga hingga empat kali dalam satu shift tugas," kata Kepala Bidang Polisi Pamong Praja dan Pembinaan Masyarakat Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Supriyadi Sutrisno, di Yogyakarta, Rabu (26/5).

Menurut Supriyadi razia terhadap gelandangan dan pengemis serta anak jalanan menjelang Muktamar ke-46 Muhammadiyah itu, untuk menjaga citra Kota Yogyakarta, karena akan banyak tamu dari berbagai daerah untuk menghadiri kegiatan akbar tersebut.

"Kami ingin menjaga citra Kota Yogyakarta sebagai kota pariwisata dan budaya. Jangan sampai kota ini dipenuhi dengan gelandangan dan pengemis serta anak jalanan," katanya.

Supriyadi menyebutkan jumlah gelandangan dan pengemis serta anak jalanan yang terjaring dalam setiap razia antara 15 hingga 25 orang, dengan usia mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua terutama kaum perempuan.

"Adapun lokasi sasaran operasi atau razia terhadap mereka di kota ini di antaranya simpang empat Galeria Mal, Jetis, Tugu, Pingit, depan kantor Pos Besar, Jalan Kyai Mojo, Jlagran, dan simpang tiga Jalan Taman Siswa. Mereka yang terjaring kemudian dimasukkan ke Panti Karya untuk memperoleh pembinaan agar tidak kembali ke jalan," paparnya

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta Siwi Subekti Astuti mengatakan gelandangan dan pengemis serta anak jalanan selalu berpindah tempat, sehingga jumlah mereka sulit dihitung.

Siwi mengatakan Dinsosnakertrans telah membentuk tim untuk menangani keberadaan mereka, serta meningkatkan peran serta masyarakat yang dimotori 100 pekerja sosial masyarakat (PSM). (Ant/Tom)

internet marketing


EmoticonEmoticon