Orang Yogya Gak Mau Jadi TKI Lagi - Jogja Info [dot] net

“Nderek Tumut Nguri-uri Kabudayan Jawi”


Pasang Iklan Banner 790x90
Harga Rp. 100.000,-/Bulan

Breaking

Home Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Post Top Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Tuesday, 18 May 2010

Orang Yogya Gak Mau Jadi TKI Lagi

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Keinginan warga Yogyakarta bertaruh nasib menjadi TKI di luar negeri berkurang drastis. Kini, kian sedikit warga yang masu menjadi 'pahlawan devisa' itu.

''Sekarang ada 2.500 orang saja sudah hebat,'' ungkap Gimmy Rusdin, Ketua Paguyuban Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) DI Yogyakarta, menggambarkan semakin menurunnya minat warga Yogya untuk bekerja ke luar negeri.

Gimmy mengatakan, penurunan ini mulai terjadi sejak krisis global memasuki tahun 2009. Sedang pada tahun 2007, DIY bisa mengirim sekitar 6.000 TKI dan tahun 2008 pengiriman TKI mencapai angka 13.289 orang.

''Pemberitaan tentang kekerasan terhadap TKI yang bekerja sebagai PRT di luar negeri turut mempengaruhi minat warga DIY untuk bekerja di luar negeri,'' jelas Gimmy saat beraudensi dengan anggota DPRD DI Yogya.

Menurut dia, kekerasan tersebut sebenarnya bersifat kasuistis dan tak berhubungan dengan warga DIY yang bekerja di luar negeri. Pasalnya, warga DIY umumnya hanya mengirim TKI di sektor formal, untuk bekerja di pabrik, bukan menjadi PRT.

Gimmy mengatakan, pengurangan jumlah warga DIY yang bekerja keluar negeri ini berbanding terbalik dengan jumlah pengangguran di DIY. Ia mengatakan, jumlah pengangguran di DIY diperkirakan mencapai 180 ribu orang dan baru 20 persennya siap berangkat ke luar negeri.

Red: Budi Raharjo
Rep: Yoebal Ganesha

No comments:

Post a Comment

loading...
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

Post Bottom Ad

Pasang Iklan Rp. 100.000,-/Bulan

Form Lowongan Kerja (FREE)