Selasa, 11 Mei 2010

YOGYAKARTA--Organisasi massa Kiblat yang didirikan oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Suharto akan diperluas ke Kota Yogyakarta dengan pembentukan dan deklarasi pengurus. "Kemungkinan besar, kepengurusan ormas ini akan dideklarasikan dalam waktu satu bulan ke depan," kata pemegang mandat pembentukan kepengurusan ormas Kiblat Wilayah Kota Yogyakarta M Hasan Widagdo di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, ormas yang didirikan di Jakarta pada November 2009 tersebut tidak akan berkecimpung dalam dunia politik tetapi lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di Kota Yogyakarta, lanjut dia, pemberdayaan ekonomi masyarakat akan dilakukan melalui pemberdayaan pedagang pasar tradisional dengan tujuan memberantas praktik rentenir yang masih banyak dijumpai di pasar tradisional.

"Jenis pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Kiblat di tiap daerah berbeda-beda, disesuaikan dnegan kondisi di masing-masing daerah," kata politisi Partai Persatuan Pembangunan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Yogyakarta itu.

Upaya pemberdayaan ekonomi pedagang pasar tradisional, lanjut dia, akan dilakukan dengan memberikan pinjaman lunak dengan proses pinjaman yang mudah kepada pedagang. Selain akan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat, Kiblat di Yogyakarta juga berencana melakukan inventarisasi tempat-tempat bersejarah bagi Soeharto, presiden kedua Indonesia.

Saat ini, kepengurusan Kiblat sudah terbentuk di 112 kabupaten/kota di 30 provinsi. Ia menegaskan, ormas tersebut adalah organisasi bersifat nasional, terbuka dan independen sehingga seluruh masyarakat dapat bergabung tanpa membedakan suku bangsa, agama, profesi dan jenis kelamin.

Tommy Soeharto adalah pendiri ormas yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Kiblat dengan Ketua Presidium Pusat adalah Kosasih dan Sekretaris Jenderal dijabat oleh Toto Harsono.

Red: Krisman Purwoko
Sumber: ant


EmoticonEmoticon