Selasa, 11 Mei 2010

BANTUL, KOMPAS.com- Dari sekitar 700.000 surat suara yang dicetak untuk pilkada Bantul, sekitar 10.000 di antaranya rusak dan harus dicetak ulang. Angka kerusakan sebesar 1,43 persen tersebut tergolong tinggi. Namun, KPU setempat tidak harus mengeluarkan biaya tambahan karena kerusakan ditanggung oleh rekanan.

Menurut Nurudin Latif, anggota KPU Bantul, Senin (10/5/2010), menyatakan, kerusakan surat suara ditemukan selama proses penyortiran. Seluruh kerusakan sudah diklaim ke rekanan. "Kerusakan surat suara sebagian besar berupa kualitas cetakan buram, kertas terlipat, dan sobek. Kami sortir selama empat hari dengan melibatkan 100 tenaga upahan. Hari ini surat suara pengganti sudah datang," katanya.

Meski tidak menimbulkan kerugian material, kerusakan surat suara membuat proses pelipatannya membutuhkan waktu lebih lama. KPU menambah waktu satu hari untuk pelipatan surat suara. Walapun waktunya bertambah, upah untuk tenaga pelipat tetap sama. "Yang kami bayar adalah surat suara yang dilipat. Jadi saat penyortiran, begitu ketahuan rusak langsung disisihkan," ujarnya.


EmoticonEmoticon