Senin, 31 Mei 2010

SLEMAN: Jumat (28/5) dini hari, warga Dusun Kalongan, Tlogoadi, Mlati yang masih terlelap dikejutkan oleh suara ledakan keras. Ledakan disertai kobaran api tersebut berasal dari rumah kontrakan yang dihuni Sardi, 55, dan keluarganya. Akibat ledakan itu, kondisi rumah Sardi rusak parah.

Ketiga penghuni rumah, yakni Sardi, istri dan anaknya bernama Iwan, 27, langsung dilarikan ke rumah sakit. Di antara ketiga korban, luka bakar cukup parah dialami Iwan. Hampir 60% tubuhnya penuh dengan luka. Adapun Sardi dan istrinya, hanya mengalami luka bakar di bagian tangan dan kakinya. Kini, ketiganya dirawat intensif di RSUP Sardjito.

Menurut keterangan sejumlah saksi, ledakan diduga kuat akibat tabung gas seberat 12 kg, bocor. Sri Yanto, 40, Ketua RT 5 RW 13, Kalongan, Tlogoadi yang juga tetangga korban menjelaskan, suara ledakan keras di rumah korban terjadi sekitar pukul 03.45 WIB.

“Terjadi sebelum subuh. Selang beberapa saat setelah ledakan, warga langsung bangun dan mencari sumbernya,” tuturnya kepada Harian Jogja, Jumat (28/5).

Kepala Dusun Kalongan Bibit Hartaya, 42, mengakui, bunyi ledakan yang sangat keras mampu menggetarkan jendela rumah warga di sekitar lokasi. “Satu rumah tetangga korban yang berada persis di samping, gentengnya pecah. Tapi, kerusakan tidak terlalu parah,” jelas Bibit.

Menurut saksi lainnya, Sujiyo, 40, ketiga korban berhasil menyelamatkan diri. Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta di bidang jasa konstruksi, lanjut Sujiyo, ditemukan berada di luar rumah dengan kondisi luka bakar. "Mereka langsung berteriak minta tolong," jelas Sujiyo.

Melihat api membakar sejumlah benda di dalam rumah, bersama sejumlah tetangga yang berhamburan ke TPK (tempat kejadian perkara), Sujiyo berusaha memadamkan api. Setelah itu, sejumlah tetangga langsung mengevakuasi para korban ke rumah sakit.

“Kami padamkan api yang membakar sejumlah perabotan dengan air dari bak mandi. Sedangkan korban langsung dievakuasi ke rumah sakit,” cerita Sujiyo.

Dari pengamatan Harian Jogja, ledakan keras yang berasal dari tabung gas tersebut, menghancurkan genteng rumah berlantai dua itu. Sejumlah jendela rusak dan pecahan kaca berserakan di lantai. Sejumlah perabotan rumah tangga, seperti kulkas, alat-alat rumah berbahan plastik lainnya juga ikut terbakar. Beberapa bagian dinding menghitam akibat terbakar. Bahkan, menurut penuturan Sujiyo, pintu rumah kontrakan Sardi terlepas dan terlempar ke jalan sejauh 10 meter.

Kebocoran gas diduga terjadi beberapa jam sebelumnya. Pasalnya, Iwan anak korban Sardi, sebelum kejadian sempat membangunkan bapaknya. “Iwan memberitahu pak Sardi, kalau tabung gas bocor. Setelah diperbaiki, pak Sardi kembali ke kamar, beberapa saat kemudian terjadi ledakan,” tutur Sri Yanto.

Menurut Sri, ledakan diduga dipicu korek api yang disulut Iwan saat akan merokok. Kemungkinan, lanjut Sri, Iwan yang tidak menyangka jika gas sudah memenuhi rumahnya. “Iwan mungkin tidak tahu gas sudah penuh dan langsung menyulut rokok,” terang Sri. Hingga kini, pihak kepolisian resort Mlati masih menyelidiki kasus tersebut. Polisi untuk sementara menyita barang bukti berupa kompor gas, tabung gas 12kg dan selang gas guna penyelidikan lanjut.

Menurut bagian hubungan masyarakat (Humas)RSUP dr. Sardjito Banu Hermawan menjelaskan, ketiga korban saat ini masih dirawat intensif di ruang Intermedite Care ruang perawatan kulit. Dia juga membenarkan, kondisi Iwan yang mengalami luka cukup serius.

"Luka bakar Iwan sekitar 60-70 persen. Mengenai perkembangan selanjutnya tunggu informasi dari kami," jelas Banu kepada Harian Jogja, Jum'at malam.

Oleh Abdul Hamied Razak
Harian Jogja
internet marketing


EmoticonEmoticon