Senin, 10 Mei 2010

SLEMAN: Hingga hari kelima masa kampanye terbuka Pilkada Sleman, Panwascam Ngaglik belum menemukan indikasi pelanggaran yang dilakukan masing-masing kandidat.

Selain itu, tidak adanya koordinasi jadwal kampanye yang detail dari masing-masing kandidat dan tim sukses kandidat membuat panwascam kewalahan memonitor kampanye terbuka.

Ketua Panwascam Ngaglik Elis W kepada Harian Jogja menjelaskan bahwa tim sukses (timses) kurang terbuka memberikan lokasi kampanye masing-masing kandidat.

"Hanya TS Bugi-Kabul yang memberikan jadwal lengkap. Timses lainnya tidak berkoordinasi," jelas Elis, Senin (10/5) di kantornya.

Panwascam Ngaglik, lanjut dia, sudah sering berkoordinasi dan menanyakan lokasi kampanye kepada masing-masing timses namun sering tidak ditanggapi.

Meski begitu, pihaknya seringkali mendapatkan laporan dari masyarakat terkait sosialisasi yang dilakukan masing-masing kandidat. Hanya saja, saat didatangi kegiatannya sudah selesai.

"Jadi, kami sulit memonitor jalannya kampanye," katanya. Pihaknya berharap, masing-masing timses bisa berkoordinasi dengan panwascam dan KPU terkait kegiatan kampanye.

Terkait dengan dugaan pelanggaran, Elis mengakui hingga kini belum ada pelanggaran yang dilakukan masing-masing kandidat. Hanya saja, lanjutnya, institusinya pernah menyentil salah satu oknum perangkat desa yang menjadi timses salah satu kandidat. "Kasus itu sudah kita tangani," tutupnya.(Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)


EmoticonEmoticon