Jumat, 14 Mei 2010

Keduanya juga sepakat saling melakukan pertukaran staf pengajar dan mahasiswa.
VIVAnews -- Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan Korean University Korea sepakat saling melakukan pertukaran staf pengajar dan mahasiswa yang memiliki minat di bidang penelitian bioteknologi.

Kepada wartawan Dekan FKH UGM Prof Dr drh Bambang Sumiarto, M.Sc, mengemukan, tawaran tersebut bak gayung bersambut, yang oleh kedua belah pihak dilanjutkan dalam bentuk realisasi penandatangan kerjasama yang akan dilakukan dalam waktu mendatang.

"Kendati begitu, UGM juga akan menawarkan Korea University untuk turut serta mengirimkan staf dan mahasiswanya ke UGM," ujarnya di UGM, Yogyakarta, Selasa, 11 Mei 2010

Pihak Korean University juga menawarkan program Brain Korea 21 (BK21), yakni program yang mendukung biaya hidup mahasiswa dari luar Korea untuk belajar di sana. "Kami akan segera merealisasikan kerjasama saling tukar staf pengajar dan mahasiswa," katanya.

Tawaran dari Korean University Korea untuk saling tukar staf pengajar dan mahasiswa ini mengemuka saat pertemuan antara Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (WRS P3M) UGM Prof Dr Retno S Sudibyo, MSc, dengan empat orang pakar bioteknologi dari Korean University (KU), Korea.

Empat pakar bioteknologi dari KU Korea tersebut, Prof Chan Wha Kim, Prof. Tae kut hadir dalam Sung Kim, Prof Man Baock Gu dan Prof Hyo Ihl Chang. Ikut hadir, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Prof Dr drh Bambang Sumiarto, M.Sc, dan Sekretaris Eksekutif UGM Drs. Djoko Moerdiyanto, M.A.

Pakar Bioteknologi FKH UGM drh Yuda Heru Fibrianto, Ph.D mengatakan, kedatangan empat pakar bioteknologi asal Korea tersebut selain bertemu dengan pimpinan universitas, direncanakan akan menjadi pembicara tamu dalam simposium ‘Initiative on Biotechnology’, Rabu 12 Mei 2010 di FKH UGM. Pelaksanaan simposium tersebut, kata Yudha, dalam rangka peringatan ‘Delapan Windu FKH UGM’. (umi)

Laporan: KDW | Yogyakarta


EmoticonEmoticon