Kamis, 17 Juni 2010

YOGYA (KRjogja.com) - Elemen mahasiswa dari Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) menolak rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang akan diterapkan PLN bulan Juli mendatang. Massa melakukan aksi bakar ban di depan kantor PLN UPJ Yogyakarta Utara di Jalan P Mangkubumi, Rabu (16/6).

Koordinator umum aksi, Arie Lamondjong mengatakan meski kenaikan TDL tersebut tidak akan berlaku bagi pelanggan miskin, namun hal tersebut tentu akan berdampak sistemik terhadap perekonomian Indonesia. Walau demikian, dampak yang dirugikan dari kenaikan ini pasti akan mempengaruhi sektor lainnya.

"Yang akan paling dirugikan dengan kebijakan kenaikan TDL tersebut ialah para kalangan industri. Tentunya, mereka akan menaikkan harga produk induustri mereka yang berujung pada kenaikan harga-harga pokok semisal sembako serta pendidikan yang semakin mahal," terangnya di sela aksi.

Selain itu, massa juga menyebut rezim SBY-Boediono sebagai pemerintahan yang imperialis. Ini semua terbukti buktikan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

"Pembatasan BBM, kenaikan TDL, UU BHP serta kebijakan lain adalah bukti kebijakan yang tidak pro rakyat. Ganti rezim SBY-Boediono dengan kekuasaan rakyat miskin," imbuh Arie.

Dalam aksi kali ini, massa berkumpul di Tugu Yogyakarta kemudian melakukan longmarch menuju perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Selama longmarch, mereka juga singgah ke kantor Pertamina serta PLN UPJ Yogyakarta Utara Jalan P Mangkubumi. Di depan kantor ini, massa Pembebasan sempat melakukan orasi aksi bakar ban. (Dhi)




EmoticonEmoticon