Jumat, 18 Juni 2010

YOGYAKARTA(SI) - Bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Yogyakarta kian menghangat meski ajang tersebut baru digelar September 2011.

Wakil Ketua Bidang Pengkaderan DPD PAN Kota Yogyakarta Arief Noor Hartanto menyatakan kesiapannya untuk menjadi orang nomor satu di Kota Gudeg tersebut. Sekretaris Komisi A DPRD DIY ini dengan tegas mengisyaratkan kesiapannya maju dalam Pilwakot Yogyakarta. Namun, kata dia, hal itu harus dikembalikan pada keputusan final partai.Jika partai mengamanahkan untuk maju dalam Pilwakot, dia juga akan menuruti mandat tersebut.“

Saya tidak munafik, jika ada kepentingan dalam pribadi saya,” katanya kemarin. Menurut Ketua DPRD Kota Yogyakarta periode 2004-2009 ini, untuk maju dalam Pilwakot juga harus tumbuh dukungan dari masyarakat. “Ya kalau masyarakat yang dulu dawuhi kulo (meminta saya) duduk menjadi anggota DPRD kemudian dawuhi kulo menjadi wali kota,” imbuhnya.

Arief menegaskan, dalam Pilwakot Yogyakarta 2011 mendatang, PAN harus memenangkannya. Bukan sebatas mengincar kekuasaan, namun untuk meneruskan visi dan misi dalam mengembangkan Kota Yogyakarta yang selama ini telah dipegang PAN. “PAN sudah dua periode memegang posisi itu (wali kota).Artinya, visi dan misi harus tetap berlanjut. Yang belum terlaksana kami lanjutkan,”tegasnya.

Dalam penjaringan DPD PAN Kota Yogyakarta ada lima nama yang muncul. Selain Arief,muncul Dyah Suminar, Hanafi Rais (putra Amien Rais), Latifah Iskandar (mantan anggota DPR pusat periode 2004-2009) dan Immawan Wahyudi (Ketua DPW PAN DIY). Di bagian lain,Ketua DPW PAN DIY, Immawan Wahyudi menjelaskan dalam proses penentuan bakal calon dilakukan oleh DPD dan DPW.

DPD, melakukan penjaringan dan mengirimkan nama-nama calon wali kota dan wakil wali kota, masing- masing dua pasang. Sedangkan, DPW akan menentukan melalui sidang harian.“Mengenai waktu, itu terserah kota, lebih cepat lebih baik. Memang masih jauh, tapi sudah saatnya kota milang-milang (memilih-milih) beberapa nama,”ujar dia. Ketua DPD PAN Kota Yogyakarta Muhammad Sofyan mengatakan, PAN belum menentukan mekanisme pencalonan wali kota dan wakil wali kota dalam Pilwakot Yogyakarta 2011 mendatang.

Pihaknya masih dalam tahap melihat respons masyarakat terhadap nama-nama yang dilontarkan. “Nama-nama yang kami lontarkan sama-sama memiliki peluang signifikan,”katanya. Sekjen DPP PAN Taufik Kurniawan menegaskan, khusus untuk Pilwakot di Yogyakarta,PAN wajib mengusung kadernya untuk menempati posisi wali kota.

Sementara untuk wakil wali kota pihaknya masih menunggu dinamika politik di daerah.“Itu harus (posisi wali kota). Untuk wakilnya kita lihat dulu.Yang jelas posisi wali kota harus dari PAN dan kita sangat optimistis (menang),” tegasnya saat melakukan kunjungan ke redaksi harian Seputar Indonesia di Jakarta kemarin. (ridwan anshori/ abdul malik mubarak/ ainun najib)




EmoticonEmoticon