Minggu, 27 Juni 2010

SLEMAN (KRjogja.com) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM REMA UNY menggelar aksi simpatik di depan gedung Rektorat kampus setempat, Jumat (25/6). Mereka mendeklarasikan kampus UNY yang bersih dari pornoaksi dan pornografi.

Koordinator Aksi, M Asnan mengaku prihatin dengan merebaknya kasus video mesum mirip artis belakangan ini. Lebih-lebih, media juga terlalu vulgar dalam mengekspose berita tersebut. "Secara tidak langsung ini berdampak pada meluasnya pornografi itu sendiri. Akibat yang paling terasa ialah, moral bangsa yang semakin kehilangan identitasnya," terangnnya disela aksi.

Sebagai civitas akademika yang berlatar pendidikan, pihaknya pun mengajak seluruh elemen untuk peduli terhadap dampak pornografi dan pornoaksi. Lebih-lebih akademika kampus UNY yang notabene mengedepankan pendidikan moral dan agama.

"Melalui deklarasi kampus anti pornografi dan pornoaksi ini, kami harapkan mampu menggerakkan seluruh civitas yang ada di kampus UNY untuk menentang keras segala bentuk porno. Perilaku para mahasiswa juga harus menjadi tauladan bagi kalangan lain," imbuh Asnan.

Oleh karena itu, pihaknya juga mendesak kepada pemerintah untuk melakukan revisi undang-undang anti pornografi. Revisi tersebut lebih ditujukan pada komprehensifitas aspek-aspek yang berkaitan dengan segala bentuk porno.

"Saat ini undang-undang yang ada masih belum menyentuh secara luas. Jadi, perlu dipertegas lagi undang-undang anti pornografi dan pornoaksi," jelasnya.

Dalam deklarasinya ini, selain melakukan orasi dan menggelar spanduk di halaman gedung Rektorat UNY, massa juga membagi-bagikan sticker kepada para mahasiswa di sekitar lokasi. Puncak aksi dilakukan dengan pembubuhan tanda tangan di atas spanduk sebagai bentuk penentangan terhadap pornografi dan pornoaksi. (Dhi)


EmoticonEmoticon