Sabtu, 12 Juni 2010

WONOSARI (KRjogja.com) - Kebijakan rayonisasi elpiji 3 kg di Gunungkidul menyebabkan jatah di tiap pangkalan dikurangi. Bahkan, permintaan yang tidak diimbangi dengan stok yang cukup, membuat sejumlah gas elpiji langka. Tak ayal lagi, agen pun menjadi sasaran kemarahan para pemilik pangkalan gas elpiji.

“Jika sebelumnya tiap pangkalan memperoleh 50 tabung, kini hanya mendapatkan 30 tabung gas. Hal ini menyesuaikan dengan jatah agen yang hanya 1.288 tabung gas. Sebenarnya agen berharap ada penambahan dari Pertamina terkait jatah tabung gas, sebab permintaan terkadang mencapai 2 ribu lebih,” kata agen penyalur elpiji, Wahyu Wijanarko di Gadungsari, Wonosari, Rabu (9/6).

Idealnya, tambahnya, agen memiliki tabung sebanyak 2 ribu, karena harus memenuhi permintaan di 18 kecamatan. Untuk di Gunungkidul sekarang ini terdapat empat agen penyalur resmi gas elpiji.

“Untuk harga di agen sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 12.750 ukuran tiga kilogram. Namun untuk ditingkat pangkalan memang tergantung si pemilik yang akan menentukan harga. Agen tidak bisa berbuat banyak karena sudah menjadi wilayah pangkalan. Dengan sistem rayoniasi penjualan hanya difokuskan untuk di wilayah Kabupaten Gunungkidul,” ucapnya.

Sementara itu dari pantauan di Wonosari sejumlah pangkalan menjual elpiji 3 kilogram dengan harga mencapai Rp 15 ribu. Salah seorang karyawan pangkalan elpiji Bekti menuturkan, harga tabung gas elpiji di jual 15 kilogram ukuran 3 kilogram. Penelusuran di sejumlah desa harganya bervariasi mulai 14 ribu hingga Rp 15 ribu. “Harga elipi 3 kilogram naik, jika sebelumnya Rp 14 ribu kini mencapai Rp 15 ribu,” ujar Suhardi salah seorang warga Wonosari. (R-2)



EmoticonEmoticon