Jumat, 04 Juni 2010

HARIAN JOGJA | SLEMAN: Sejumlah petani dan pedagang salak di wilayah Turi dan Pakem Kabupaten Sleman mengaku untung besar. Pasalnya, panen raya salak yang masih beberapa bulan lagi mengakibatkan pasokan salak turun. Harga salak pun melambung.

Sriwati, 35, petani salak dari Dusun Candi Purwobinangun Pakem mengakui, sejumlah petani salak terutama di wilayah Utara Pakem merasa untung. Sebab, lanjut Sri, meski belum masuk masa panen salak, namun produksi petani salak di wilayah tersebut masih bisa dilakukan.

"Masa tanam salak untuk petani di wilayah Utara agak mundur dibandingkan wilayah Selatan. Jadi, saat belum memasuki masa panen, petani salak masih bisa berpoduksi. Itu keuntungan tersendiri,” ungkapnya kepada Harian Jogja, Kamis (3/6) di pasar Girikerto.

Hal senada disampaikan Sujoko, 40. Petani salak di wilayah Kembangarum Donokerto Turi itu mengakui, keuntungan bisa diambil petani salak sebelum masuk masa panen sekitar September-November.

"Harganya bisa naik sekitar Rp1.000 per kg, dari Rp1.500 menjadi Rp2.500 per kg, tergantung kualitas salak,” ungkapnya.(Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
internet marketing


EmoticonEmoticon